Bulukumba, Radarmakassar.id – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh salah seorang pendidik terbaik asal Kabupaten Bulukumba di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Dia adalah Sukawati, S.Pd, seorang guru yang mengabdi di SDN. 65 Balangriri, Kecamatan Bulukumpa.
Sukawati berhasil menyumbangkan medali perunggu pada Cabang Olahraga Catur dalam perhelatan Pekan Olahraga dan Seni olahraga pelajar/guru (Porsenijar) PGRI Sulsel 2026 yang digelar di Kabuapten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Keberhasilan srikandi yang satu ini di arena catur papan atas tersebut, tidak hanya menambah perolehan medali bagi kontingen PGRI Kab. Bulukumba, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa semangat kompetisi dan dedikasi seorang guru tak pernah terbatas oleh ruang kelas semata.
Perjuangan sengit di atas papan 64 Kotak ajang perhelatan akbar Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Sidrap, menjadi panggung bagi para pendidik dari seluruh penjuru Sulsel untuk beradu ketangkasan, strategi, dan bakat. Di cabang olahraga catur-sebuah cabang yang menuntut konsentrasi tingkat tinggi serta kekuatan mental yang prima.
Sukawati, S.Pd , tampil percaya diri menghadapi pecatur-pecatur tangguh perwakilan dari berbagai kabupaten/kota se-sulawesi selatan. Langkah demi langkah di atas papan 64 kotak ia lalui dengan penuh perhitungan.
“Menghadapi persaingan yang terbilang sangat ketat, Sukawati, S.Pd mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil menembus babak final dan mengamankan Medali Perunggu untuk Bumi Panrita Lopi.
Medali Perunggu yang berhasil diraih, ini merupakan buah manis dari ketekunan, persiapan matang, dan semangat juang pantang menyerah yang ia tunjukkan sepanjang turnamen berlangsung.
Kiprah Sukawati di dunia pendidikan bukanlah cerita baru. Sejak resmi terangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2007, ia terus konsisten menjalankan tugas mulianya membimbing dan mendidik anak-anak di SDN. 65 Balangriri, Kecanatan Bulukumpa. Selain itu, is tidak hanya berfokus pada proses belajar-mengajar di dalam kelas tetapi juga dikenal aktif sebagai penggerak pendidikan di daerahnya.
Sosoknya yang ramah, tekun, dan penuh dedikasi menjadikannya figur teladan, baik bagi para siswa maupun rekan-rekan sejawatnya sesama guru.
“Olahraga catur memiliki keterkaitan erat dengan profesi saya sebagai seorang pendidik, filosofi catur mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang sangat berharga ,” ungkapnya.
“Catur bukan sekadar permainan strategi atau menggeledah langkah lawan. Tetapi catur mengajarkan kita tentang ketelitian, kedisiplinan, dan kesabaran ekstra dalam mengambil setiap keputusan. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan tugas kita sebagai guru dalam membimbing anak didik ,” tambahnya.
Keikutsertaan dan keberhasilan Sukawati,dalam ajang Porsenijar PGRI Sulsel 2026 menjadi ruang pembuktian yang sangat menginspirasi. Prestasi ini menegaskan bahwa kesibukan rutinitas mengajar serta faktor usia bukanlah penghalang bagi seorang guru untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di bidang olahraga maupun seni.
Ditengah padatnya jam mengajar dan tanggung jawab mengelolah pembelajaran di sekolah, Sukawati, tetap mampu meluangkan waktu untuk mengasah potensinya di bidang catur. Keberhasilannya menyeimbangkan peran sebagai guru dan atlet membuktikan bahwa seorang pendidik bisa menjadi teladan multidimensional bagi murid-muridnya.
“Ruang aktualisasi guru tidak berhenti di depan tulis kelas. Porsenijar, ini menjadi ajang untuk membuktikan bahwa guru juga bisa menunjukkan prestasi luar biasa di bidang olahraga dan seni ,” imbuhnya. (*)






