Poltekkes Kemenkes Makassar Edukasi Warga Mappala soal Kesehatan Ginjal

Makassar, Radarmakassar.id – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Makassar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) berupa edukasi kesehatan ginjal dan pemeriksaan kadar ureum serta kreatinin bagi warga Kelurahan Mappala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Kegiatan bertajuk “Edukasi Kesehatan Ginjal, Pemeriksaan Ureum dan Kreatinin pada Masyarakat di Kelurahan Mappala Kecamatan Rappocini Kota Makassar” tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi di bidang kesehatan kepada masyarakat.

Ketua Pengabmas Poltekkes Kemenkes Makassar, Syahida Djasang, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal sekaligus mendorong deteksi dini gangguan fungsi ginjal.

“Ginjal merupakan organ yang sangat penting dalam menyaring sisa metabolisme tubuh. Masalahnya, gangguan fungsi ginjal sering berkembang secara perlahan dan pada tahap awal tidak selalu menimbulkan gejala,” kata Syahida, Jumat (21/8/2026) dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat edukasi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi penting. Salah satunya melalui pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin yang dapat memberikan gambaran mengenai fungsi ginjal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui bagaimana menjaga kesehatan ginjal, tetapi juga memahami pentingnya melakukan pemeriksaan secara berkala, terutama dengan mengendalikan faktor risiko seperti hipertensi dan menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti 70 warga Kelurahan Mappala yang terdiri atas 12 laki-laki dan 58 perempuan. Para peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal sebelum mendapatkan edukasi.

Materi yang diberikan mencakup kesehatan ginjal, pentingnya pemeriksaan fungsi ginjal, pola makan sehat, serta penerapan gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit tidak menular yang dapat berdampak terhadap fungsi ginjal.

Setelah pemberian materi, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengukur tingkat pemahaman setelah mendapatkan edukasi.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Nilai pre-test sebesar 75 persen meningkat menjadi 95 persen pada post-test, atau naik 20 poin persentase.

Selain edukasi, seluruh peserta juga menjalani pemeriksaan laboratorium berupa pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin sebagai bagian dari skrining kesehatan ginjal.

“Alhamdulillah, seluruh peserta yang berjumlah 70 orang telah mengikuti pemeriksaan ureum dan kreatinin. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar ureum dan kreatinin seluruh peserta masih berada dalam batas normal,” jelas Syahida.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kadar ureum normal ditemukan pada 70 peserta atau 100 persen. Sementara kadar kreatinin juga berada dalam batas normal pada seluruh peserta atau 100 persen.

Syahida menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat agar lebih aktif menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Mappala tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan pola hidup sehat merupakan bagian penting dari upaya pencegahan,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, Lurah Mappala, Nasria Nurfadhillah, turut memberikan sambutan sekaligus membantu menyiapkan lokasi dan menghadirkan masyarakat sebagai peserta kegiatan.

Pengabmas tersebut dilaksanakan oleh tim Poltekkes Kemenkes Makassar yang terdiri dari Syahida Djasang selaku ketua, serta Artati dan Sudirman sebagai anggota.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Poltekkes Kemenkes Makassar dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, dan edukatif di bidang kesehatan.

Dengan meningkatnya pengetahuan peserta serta hasil pemeriksaan ureum dan kreatinin yang seluruhnya berada dalam batas normal, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mempertahankan pola hidup sehat dan lebih peduli terhadap kondisi kesehatan ginjal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *