Diduga Efek Pemberitaan Judi Sabung Ayam, 3 OTK Teror Rumah Jurnalis 

Oplus_131072

RADARMAKASSAR.co.id – Diduga Efek dari Pemberitaan, rumah seorang jurnalis Matanusantara.co.id, Ramli diteror oleh 3 orang tak dikenal. 

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa 25 Agustus 2026 sekitar pukul 00.30 WITA.

Kedatangan itu terjadi tak lama setelah Matanusantara.co.id menyoroti dugaan praktik perjudian dalam pertandingan ayam Bangkok di Borong Rappo, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Berdasarkan informasi, ketiga pria tersebut disebut berinisial DS, AD, dan NT. Yang membuat peristiwa ini menjadi sorotan bukan semata-mata kedatangan mereka. Menurut keterangan keluarga Ramli, salah seorang pria yang disebut berinisial DS diduga datang dalam kondisi mabuk, kemudian menunjukkan emosi dan berteriak di sekitar rumah.

Keluarga bahkan menyebut terdapat ucapan yang diduga meminta agar pemberitaan mengenai dugaan adu ayam Bangkok tersebut tidak dilanjutkan.

“Dia teriak agar tidak mendengar informasi tetangga soal adu ayam Bangkok,” demikian keterangan keluarga yang diterima redaksi, Selasa dini hari, (25/08/2026).

Keluarga juga menyebut DS diduga mengeluarkan ucapan yang bernada ancaman terhadap Ramli. 

“Mauki na tinju na bilang DS, baru dia teriak dan marah-marah, bilang tanyaki sampara (nama samaran Ramli) jangako mau ikut-ikut sama TL sama MH, jangonko dengarki, berteriaki apa, dia bilang telasoo nu,” ujar keluarga Ramli kepada redaksi.

Ucapan tersebut belum dikonfirmasi langsung kepada DS. Redaksi juga belum memperoleh rekaman yang dapat memverifikasi secara independen seluruh percakapan yang disebutkan keluarga.

Karena itu, Matanusantara.co.id menempatkan keterangan tersebut sebagai klaim atau kesaksian pihak keluarga, bukan sebagai fakta hukum yang telah terbukti.

Berdasarkan informasi diterima redaksi menunjukkan suasana mulai menjadi perhatian keluarga sekitar pukul 00.47 WITA.

Dalam percakapan keluarga disebutkan sejumlah orang masih berada di sekitar masjid yang tak jauh dari kediaman Ramli, 

“Itu masih adai di dekat mesjid,” demikian pesan yang diterima redaksi.

Tak lama kemudian, keluarga menyebut jumlah orang yang berada di sekitar lokasi sebanyak tiga orang. Nama DS kemudian muncul dalam percakapan. Salah seorang dari rombongan disebut dalam keadaan emosi.

Sekitar pukul 00.53 WITA, keluarga kembali saling mengingatkan agar tidak keluar rumah.

“Janganmko bede dulu pulang, masih adai di ujung lorong itu org duduk, mallaki mama.”

Pesan tersebut menggambarkan kekhawatiran keluarga karena sejumlah orang disebut masih berada di sekitar ujung lorong.

Beberapa menit berselang, suara teriakan kembali disebut terdengar dari luar. 

“Berkerumungan ki orang di luar napakamma, marah-marahi.” ujarnya.

Percakapan berikutnya menyebut seseorang disebut bergerak ke sekitar rumah warga lain sambil berteriak dan mencari sejumlah orang.

“Pergi apa di depan rumahnna TL, berteriaki dan nacari semua ko” katanya.

Sekitar pukul 00.59 WITA, keluarga menyebut situasi semakin ribut.

“Ka ributki jasi tak bangka mama,” sebutnya. 

Hingga sekitar pukul 01.02 WITA, keluarga masih saling berkomunikasi dan meminta agar anggota keluarga tidak terburu-buru keluar sebelum situasi dianggap kondusif.

Rangkaian percakapan tersebut menjadi salah satu dasar redaksi dalam menelusuri peristiwa kedatangan tiga pria tersebut.

Namun, redaksi kembali menegaskan bahwa isi percakapan merupakan keterangan yang disampaikan keluarga Ramli, dan belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *