Ragam  

Unkhair dan Pemkot Ternate Matangkan Persiapan Seminar Nasional “Transformasi City Galery Sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Kota Pusaka”

RADARMAKASSAR.co.id — Panitia Seminar Nasional bertajuk “Transformasi City Galery Sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Kota Pusaka” mematangkan berbagai persiapan melalui rapat pemantapan yang digelar di Kedai Nita, Kota Ternate, Selasa, 25 Agustus 2026.

Seminar Nasional tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026, yang tahun ini menempatkan Kota Ternate sebagai tuan rumah. 

Kegiatan seminar diharapkan menjadi ruang akademik dan strategis untuk mempertemukan berbagai pemikiran terkait pengembangan kota pusaka yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Rapat pemantapan dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Khairun, Jamal Hi. Arsad, S.H., M.H., Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Dr. Abdul Kadir Kamaluddin, S.P., M.Si., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd. 

Sekretaris LPMPP Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) Ir. Nur Dewi Rizka, S.P., M.Pd., serta Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate beserta jajaran.

Ketua Panitia Seminar Nasional yang juga Kepala LPMPP Universitas Khairun, Dr. Abdul Kadir Kamaluddin, S.P., M.Si., mengatakan bahwa rapat pemantapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan seminar dapat dipersiapkan secara matang.

“Seminar Nasional ini merupakan bagian penting dari rangkaian Rakernas XII JKPI Tahun 2026. Karena itu, kita ingin memastikan seluruh persiapan, mulai dari substansi kegiatan, teknis pelaksanaan, peserta, narasumber, hingga koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat, dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Abdul Kadir mengatakan, persiapan seminar terus dimatangkan melalui koordinasi dan pembagian tugas antarpanitia serta sinergi dengan Pemerintah Kota Ternate dan

 stakeholder terkait. 

Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar seminar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi bagi penguatan Kota Ternate sebagai kota pusaka.

“Yang paling utama adalah bagaimana seminar ini dapat menghadirkan diskusi yang produktif dan menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan kota pusaka. Konsep city gallery sebagai ruang inklusif perlu kita dorong agar dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan dan pengembangan kawasan kota pusaka,” jelasnya.

Ia berharap seluruh panitia dan pihak terkait dapat terus menjaga koordinasi serta komitmen bersama hingga pelaksanaan kegiatan. Dengan persiapan yang matang, seminar nasional tersebut diharapkan berlangsung sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat perspektif tentang kota pusaka yang inklusif.

“Kami berharap dukungan dan sinergi dari semua pihak terus terjaga sehingga seminar ini dapat terlaksana dengan baik. Lebih dari itu, kita berharap hasil seminar nantinya dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan Kota Ternate sebagai kota pusaka yang inklusif, berkarakter, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Seminar Nasional “Transformasi City Galery Sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Kota Pusaka” diharapkan menjadi salah satu momentum strategis dalam rangkaian Rakernas XII JKPI Tahun 2026, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya dan karakter Kota Ternate. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *