Makassar, Radarmakassar.id — Film Baby Udon menggelar roadshow di Kota Makassar, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di NIpah XXI tersebut dihadiri produser sekaligus pemeran Hajime, Denny Sumargo, serta Fanny Kondoh, pemilik kisah nyata yang diangkat dalam film tersebut.
Roadshow diawali dengan pemutaran film. Denny Sumargo mengungkapkan, dirinya awalnya tidak direncanakan untuk memerankan karakter Hajime. Ia sempat menawarkan peran tersebut kepada sejumlah aktor Indonesia, namun terkendala waktu dan ketersediaan pemeran. Hingga akhirnya, Denny memutuskan terjun langsung memerankan sosok Hajime. Menurutnya, karakter tersebut memiliki kepribadian yang sangat berbeda dengan dirinya.
“Karena Hajime ini sosok yang sangat bertolak belakang dengan saya. Beliau sangat segan, sabar, lembut, kemudian dia orang Jepang. Jadi mau enggak mau harus ada unsur itu di dalam karakter Hajime yang saya mainkan,” ujar Denny.
Ketika ditanya mengenai proses pendalaman karakter, Denny menjawab dengan candaan bahwa dirinya hanya membutuhkan waktu dua hari.
“2 hari aja. Aktor terbaik 2018 lah,” katanya sembari tertawa.
Denny mengatakan, alasan utama dirinya tertarik mengangkat kisah Hajime dan Fanny ke layar lebar bukan sekadar karena kisah percintaan keduanya, tetapi karena melihat adanya pesan spiritual dan kehidupan yang dapat dirasakan banyak orang.
“Saya melihat ini bukan hanya sekadar cerita Hajime dan Fanny. Tapi ini adalah cerita yang ditulis oleh Tuhan lewat mereka berdua,” tuturnya.
Menurut Denny, perjalanan Hajime dan Fanny menggambarkan perjuangan pasangan dalam menghadapi ujian kehidupan hingga maut memisahkan.
Ia menilai kisah tersebut mengandung harapan, perjuangan dan cinta yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Hajime dan Fanny menjalani ujian sampai maut yang memisahkan. Menurut saya itulah cinta sejati,” ujarnya.
Denny berharap Baby Udon dapat menjadi pengingat bagi penonton bahwa setiap orang memiliki ujian dalam kehidupan dan tidak selalu mengetahui kapan doa akan mendapatkan jawaban.
“Kesulitan yang dialami akan berlalu. Tapi kita enggak pernah tahu kapan waktunya, maka kita harus terus berserah diri,” katanya.
Khusus kepada masyarakat Makassar, Denny mengajak untuk menyaksikan Baby Udon yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 3 September 2026.
“Saya harap Makassar, semua kandak-kandakku, dinda-dindaku, bisa datang nonton tanggal 3 September,” ujar Denny.
Ia berharap film tersebut dapat memberikan pengalaman sekaligus membuka ruang refleksi bagi penonton mengenai besarnya kuasa Tuhan dan pentingnya menjaga harapan di tengah ujian kehidupan.
Sementara itu, Fanny Kondoh mengaku sejak awal produksi dirinya dilibatkan secara aktif oleh tim produksi Baby Udon. Keterlibatan tersebut mencakup proses pengembangan skrip hingga proses syuting.
“Dari segi skrip, aku cuma cerita saja, yang menyempurnakan Bu Renso. Dari segi syuting, aku dipanggil dan aku disuruh melihat, ‘Ini sudah cocok belum? Ini sudah sesuai belum?'” kata Fanny.
Menurut Fanny, keterlibatan langsung sebagai pemilik kisah nyata yang diangkat menjadi film membuat dirinya merasa beruntung dan dihargai.
Ia berharap Baby Udon dapat menjadi medium bagi penonton untuk menemukan kekuatan dan harapan ketika menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan.
“Aku berharap film ini bisa menjadi medium rasa yang bisa kalian hadiri untuk memperkuat segala ujian yang ada di hidup kalian. Dan aku berharap ada pesan dan harapan yang bisa kalian bawa pulang,” ujar Fanny.
Film Baby Udon pun dijadwalkan mulai tayang secara nasional pada 3 September 2026. Roadshow di Makassar menjadi salah satu rangkaian promosi film sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kisah nyata yang menjadi dasar penggarapan film tersebut. (Jar)





