Metro  

Dinas PU Hadirkan 18 SPAM untuk Perkuat Akses Air Bersih di Makassar Utara

Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir.

Makassar, Radarmakassar.id — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar mengalokasikan pembangunan 18 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun ini untuk memperkuat akses air bersih masyarakat, khususnya di wilayah Makassar Utara.

Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan pembangunan SPAM menjadi program yang dialokasikan setiap tahun untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah.

“Upaya kita dari Dinas PU memang setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk pembangunan SPAM di beberapa titik yang ada di Kota Makassar, khususnya wilayah Utara Kota Makassar,” kata Zuhaelsi, Rabu (2/9/2026).

Ia menyebutkan, pada 2025 terdapat 13 titik SPAM yang telah dibangun. Sementara tahun ini, Pemkot Makassar kembali mengalokasikan pembangunan sebanyak 18 titik yang seluruhnya berada di wilayah Makassar Utara.

“18 titik tahun ini sementara on process, dalam proses konstruksi. Dan juga masih ada proses pengadaan,” ujarnya.

Pembangunan seluruh SPAM tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp9 miliar.

Menurut Zuhaelsi, pembangunan satu SPAM tidak hanya berupa pengeboran sumur, tetapi merupakan rangkaian sistem penyediaan air mulai dari penggalian sumur bor, instalasi jaringan perpipaan hingga pembangunan tower reservoir.

Kapasitas pelayanan setiap SPAM juga berbeda-beda. Satu titik dapat melayani sekitar 60 hingga 120 sambungan rumah (SR), tergantung kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

“Kapasitasnya bervariasi. Ada 80 SR, ada 100 sampai 120 sambungan rumah. Minimal 60 SR, tergantung kebutuhan,” jelasnya.

Sementara kedalaman sumur bor juga menyesuaikan kondisi tanah. Khusus wilayah Makassar Utara, kedalaman pengeboran rata-rata berada di atas 100 meter hingga sekitar 170 meter.

Zuhaelsi mengatakan pengelolaan SPAM juga melibatkan masyarakat. Sebelum pembangunan dilakukan, Dinas PU terlebih dahulu melakukan survei dan membentuk kelompok masyarakat yang nantinya berperan dalam pengelolaan serta menentukan warga yang berminat memperoleh sambungan air.

“Semua bisa. Sebelum konstruksi ada pra-konstruksi dan perencanaan. Sudah dilakukan survei dan dibentuk kelompok masyarakat yang nantinya akan mengelola,” katanya.

Untuk kapasitas reservoir, setiap SPAM disesuaikan dengan kebutuhan warga. Reservoir yang dibangun memiliki kapasitas mulai dari 10 hingga 20 meter kubik.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar menghadapi dampak musim kemarau yang menyebabkan tekanan air menurun di sejumlah wilayah.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung meninjau sejumlah titik penyaluran air dan fasilitas SPAM di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea, Rabu (2/9/2026).

Munafri memastikan seluruh perangkat daerah bergerak memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk melalui pelayanan mobil tangki PDAM bagi pelanggan maupun nonpelanggan.

“BPBD sudah turun, dan setiap hari ada peningkatan jumlah permintaan. Hari ini sudah menuju angka 50-an titik yang membutuhkan air bersih,” kata Munafri.

Selain mengoptimalkan distribusi air melalui mobil tangki, pemerintah juga mempercepat pembangunan SPAM, melakukan pemeliharaan fasilitas yang ada serta membuka peluang pengeboran sumur tambahan di wilayah yang membutuhkan.

Munafri menegaskan penanganan kekeringan harus dilakukan secara bersama-sama agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.

Suhelsi menambahkan, pembangunan SPAM akan terus diperluas pada tahun berikutnya. Jaringan dari SPAM yang telah tersedia juga akan dikembangkan melalui penambahan sambungan rumah.

“InsyaAllah tahun depan akan diperluas lagi, ditambah. Jaringan yang tadi akan ditambah lagi sambungannya. Itu namanya perluasan jaringan,” pungkasnya. (jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *