Wabup Maros Apresiasi Kampanye Kreatif Anti Madat Finalis Duta Anti Narkoba di Grand Mall

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur saat membuka ajang penampilan bakat finalis Duta Anti Narkoba Maros di Grand Mall. (ist)

MAROS – Sebanyak 32 finalis Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2026 unjuk gigi mengkampanyekan bahaya Narkoba lewat panggung seni di Grand Mall Maros, Minggu (27/9/2026) malam.

Acara bertajuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba Melalui Cipta dan Karya ini, menyuguhkan ragam bakat mulai dari seni musik, tari, hingga pembacaan puisi. Pesan-pesan anti-narkoba sengaja dibungkus apik agar lebih mudah masuk dan diterima di kalangan anak muda.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh DPC Granat Maros bersama Ikanara dan Kesbangpol ini, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, Anggota DPRD Sulsel, Muhammad Irfan AB, Kasat Narkoba Polres Maros, Iptu Asri Arif serta Kepala Badan Kesbangpol, Herwan.

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, yang hadir langsung dalam acara tersebut membunyikan alarm keras. Ia menyoroti posisi strategis Kabupaten Maros sebagai daerah penyangga Kota Makassar yang sangat rawan menjadi jalur peredaran narkoba.

“Karena lokasi kita yang memang berbatasan langsung dengan Makassar, makanya posisi kita ini sangat rawan dari peredaran Narkoba,” tegas Andi Muetazim.

Ia menyebut, penindakan hukum saja tidak cukup untuk memberantas narkoba. Edukasi sejak dini di tingkat SMP, SMA, hingga kampus dinilai menjadi benteng pertahanan yang paling krusial.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kita semua untuk menyelamatkan generasi muda di Maros ini,” ungkapnya.

Anggota DPRD Sulsel, Andi Muhammad Irfan AB yang juga hadir dalam kegiatan itu, memberikan apresiasi atas pelaksanaan pemilihan duta anti Narkoba di Maros sebagai upaya nyata generasi muda melawan Narkoba.

“Kita sangat kaget karena baru-baru ini Kasat Narkoba berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis cair yang diporduksi secara rumahan di Maros. Ini menandakan, Narkoba ini akan semakin mudah beredar karena alat produksinya semakin mudah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Duta Anti Narkoba (Ikanara) Maros, Aprisal mengungkapkan, 32 finalis ini adalah hasil seleksi ketat dari 92 orang pendaftar. Penampilan Bakat ini, merupakan salah satu rangkaian ajang pemilihan Duta Anti Narkoba yang sudah bergulir sejak 2 bulan lalu.

“Melalui pertunjukan ini, pesan pencegahan narkoba kita harap bisa tersampaikan dengan cara yang lebih menarik dan jauh lebih mudah diterima oleh generasi muda ketimbang cara-cara formal. Terlebih kita laksanakan di pusat keramaian seperti ini,” katanya.

Aprisal menyebut, ajang Pemilihan Duta Anti Narkoba tahun ini sangat spesial karena sudah masuk 1 dekade. Ia menyebut, hanya Maros yang menjadi satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang menggelar ajang Pemilihan Duta Anti Narkoba 10 tahun berturut-turut.

“Kami rasa ini sebuah pencapaian dan jelas juga tidak akan bisa dilakukan jika Pemerintah kita tidak peduli. Kita ingin Maros menjadi pilot project pencegahan Narkoba di Indonesia yang melibatkan secara aktif kalangan remaja dan anak muda,” sebutnya.

Setelah pelaksanaan pertunjukan bakat, rencananya seluruh finalis akan mengikuti beberapa rangkaian kegiatan lainnya seperti karantina dan sosialisasi langsung ke masyarakat sebelum akhirnya masuk ke ajang Grand Final.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *