Radarmakassar.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi “Makassar Berisik” menggelar aksi demonstrasi di Fly Over Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/4/2026). Aksi tersebut berujung pada penutupan total ruas jalan dan menyebabkan kemacetan parah di salah satu jalur utama kota.
Dari pantauan di lokasi, massa demonstran menutup penuh Jalan AP Pettarani dari arah Jalan Sultan Alauddin menuju Jalan Urip Sumoharjo. Penutupan ini membuat arus lalu lintas lumpuh total, dengan kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas dan antrean panjang mengular di sekitar lokasi aksi.
Situasi di lapangan terlihat padat dan semrawut, dengan pengendara terjebak tanpa bisa mencari jalur alternatif. Kemacetan bahkan meluas hingga ke sejumlah ruas jalan penghubung di sekitar kawasan tersebut.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa berbagai tuntutan yang dituangkan dalam spanduk dan poster, di antaranya bertuliskan “Senjata Tidak Bisa Diajak Diskusi”, “Usut Tuntas Penyiraman Air Keras Andri Yunus”, serta “Adili Pelanggar HAM”.
Di tengah aksi, suasana semakin memanas saat sejumlah demonstran menyampaikan orasi dengan nada tinggi. Salah satu orator bahkan melontarkan pernyataan keras sebagai bentuk kecaman terhadap aparat.
“Kami bersama Andri Yunus,” teriak salah seorang demonstran.
Tidak hanya itu, massa juga membentangkan spanduk besar bertuliskan “Korban TNI” yang menampilkan wajah Andri Yunus. Spanduk berukuran sekitar tujuh meter itu diikat dan dijatuhkan dari atas fly over, dengan bagian wajah digambarkan dalam kondisi terbalut, sehingga menyita perhatian para pengguna jalan yang terjebak kemacetan. (nca)






