RadarMakassar.id – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Makassar perlu dukungan penuh dari pemerintah dalam pengembangan produk usahanya agar menjangkau pasar lebih luas.
Hal ini ditekankan Pengamat Ekonomi Keuangan dan Perbankan, Sutardjo Tui. Ia mengatakan bahwa UMKM saat ini sering kali mengalami kendala dalam pengembangan produk di pasaran khususnya dalam mengekspor produk mereka.
Menurut Sutardjo, pemerintah harus lebih peka dengan memberikan edukasi, pendampingan serta bantuan untuk pelaku UMKM, bukan hanya menggaungkan program – program seremonial semata.
“Apupun namanya, mau ekonomi hijau, ekonomi rakyat, ekonomi pancasila saya pikir yang perlu dilakukan pemerintah adalah membantu UMKM kita bagaimana mereka bisa berkembang lebih baik,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (24/10).
Sutardjo berharap pemerintah juga seharusnya membuka ruang atau jaringan bagi UMKM agar produk mereka bisa di ekspor ke luar minimal ke negara- negara terdekat seperti Malaysia, Singapura.
“Itukan banyak negara seperti Malaysia yang membutuhkan produk-produk dan di UMKM kita itu ada yang mereka butuhkan. Bagaimana produk mereka bisa mengjangkau pasal luas, mengekspor produk mereka minimal ke negara-negara tetangga,” katanya.
Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar meminta dinas-dinas terkait untuk lebih sering mengedukasi pelaku UMKM yang bertujuan menambah jaringan pasar.
“Kami di DPRD selalu meminta dinas-dinas lebih sering melakukan upgrading skill untuk teman-teman UMKM dalam bentuk pelatihan-pelatihan sesuai dengan jenis usahanya masing-masing dan juga ada beberapa program yang langsung memberikan dukungan usahanya,” kata Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Jumat (24/10).
Menurutnya, penerapan program ekonomi hijau yang digaungkan pemerintah hanya mengubah kebiasaan dalam hal penggunaan plastik namun tidak memberikan efek berarti dalam pemgembangan usaha.
“Dukungan untuk mengembangkan usaha ini tidak terlalu berefek dari kebijakan itu green economy,” ujar Ari sapaannya. (jar)






