Makassar, Radarmakassar.id — Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Telkomsel Makassar Half Marathon (MHM) 2026 terus memantapkan posisinya sebagai pionir sport tourism dan “lebaran para pelari” di kawasan Timur Indonesia. Menjelang hari lomba yang akan berlangsung pada akhir pekan ini, 30–31 Mei 2026 di Anjungan Pantai Losari, persiapan perhelatan akbar ini telah di atas 90 persen menuju hari pengambilan race pack serta hari H pelaksanaan.
Ajang ini diproyeksikan menjadi katalis penggerak ekonomi daerah yang signifikan karena diperkirakan mampu menarik hingga 20 ribu pendatang, yang terdiri dari 12.000 lebih peserta serta tim pendamping dan keluarga pelari dari dalam maupun luar negeri.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MHM 2026 sebagai event strategis bagi pengembangan olahraga, pariwisata, dan citra kota. Menurutnya, Telkomsel Makassar Half Marathon turut mendukung wajah Makassar sebagai kota yang sehat, terbuka, dan progresif.
Kegiatan yang konsisten berjalan sejak 2022 ini terbukti menggerakkan ekonomi kota, menghidupkan pariwisata, dan memperkuat posisi Makassar sebagai Makassar City Run. Pemerintah Kota terus memberikan dukungan maksimal agar dampak ekonomi dari perputaran uang yang masif ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam menggerakkan sektor UMKM, keterisian kamar hotel, hingga industri kuliner dan pusat oleh-oleh.
Terkait dengan proyeksi dampak ekonomi, perputaran uang selama periode kegiatan diprediksi mencapai rentang puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Dengan komposisi peserta luar kota yang mencapai lebih dari 50 persen, para pelari dan pendamping diperkirakan memiliki rata-rata pengeluaran harian antara Rp500.000 hingga Rp2.000.000 per orang selama rata-rata tiga malam kunjungan.
Guna memastikan angka riil dari dampak finansial tersebut, pihak penyelenggara akan menyerahkan data laporan yang nantinya diverifikasi melalui survei khusus dan dirilis resmi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar seusai kegiatan. Selain dampak finansial langsung, MHM juga memicu multiplier effect berupa pembukaan lapangan kerja harian bagi masyarakat lokal serta pendorong industri kreatif.
Kepala Dispora Makassar, Syamsul Bahri, mengamini bahwa kegiatan olahraga ini mampu berperan nyata menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kota. Istimewanya lagi, perhelatan tahun ini sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan Lontara, yang merupakan Super Apps milik Pemerintah Kota Makassar.
Mengenai adanya dinamika dan perbedaan sudut pandang terkait dukungan tim pemerintah sebelumnya, Wali Kota Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa ruang komunikasi dan diskusi telah dibuka secara baik. Melalui penyamaan persepsi, seluruh pihak kini telah duduk bersama dan memiliki titik pandang yang sama bahwa ajang ini membawa kemaslahatan dan dampak ekonomi yang besar untuk Kota Makassar.
Pemerintah Kota juga memastikan kesiapan fasilitas pendukung, termasuk optimalisasi lampu jalan agar rute pelarian memiliki penerangan yang maksimal demi kenyamanan peserta.
Membawa semangat “Lari untuk Semua”, MHM 2026 mengedepankan komitmen kualitas standar tinggi. Seluruh rute telah melalui kalibrasi presisi dan mendapatkan sertifikasi resmi dari PB PASI untuk menjamin keakuratan jarak dan standar kompetisi nasional. Pihak penyelenggara bersama Pemerintah Kota juga menerapkan manajemen racecourse profesional berupa penutupan jalan yang sistematis, pengerahan ratusan marshal terlatih, titik hidrasi memadai, serta penggunaan teknologi parameter waktu modern.
Aspek keselamatan juga diperkuat melalui layanan medis tingkat lanjut standar internasional yang dilengkapi peralatan Life Support di sepanjang rute, hasil koordinasi maksimal dengan Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit setempat.
Terkait pengelolaan kebersihan selama acara, Wali Kota menekankan bahwa MHM 2026 harus menjadi percontohan dalam pelaksanaan event massal. Panitia telah diatensi langsung oleh Dewan Lingkungan untuk menerapkan tatanan penanganan sampah yang ketat, termasuk melarang pembuangan gelas minuman secara sembarangan di sepanjang jalur lari demi menjaga kenyamanan masyarakat yang dilalui rute lomba.
Sebagai bentuk respons terhadap komunitas pelari yang semakin matang dan kompetitif, fokus utama lomba tahun ini dititikberatkan pada kategori Half Marathon (21K) dan 10K, sementara kategori 5K kompetisi ditiadakan. Meski demikian, sejumlah inovasi baru tetap dihadirkan, seperti Triple Medals Challenges yang menantang 500 pelari untuk berlomba dua hari berturut-turut, serta kelas khusus pelajar usia 15–18 tahun pada kategori 10K untuk menjaring bibit atlet potensial Sulawesi Selatan.
Rangkaian acara juga dimeriahkan oleh pre-event berupa Shake Out Run dan Kid Dash untuk anak-anak, serta siaran langsung perdana seluruh rangkaian kegiatan melalui platform MAXstream oleh Telkomsel selaku sponsor utama.
Sosok di balik Telkomsel MHM, Ki Harry Ramadhan dan Arief Rachman Nur, mengaku optimis terhadap kontribusi besar lomba lari ini bagi kemajuan kota dan stimulus gaya hidup sehat. Senada dengan hal tersebut, Race Director dari IdeaRun Race Management, Safrita Aryana, menegaskan bahwa seluruh persiapan termasuk pelatihan sumber daya manusia terus dipantau secara ketat demi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
“Dari sisi medis pun kami berkoordinasi maksimal dengan sejumlah rumah sakit setempat, selain juga dengan Dinas Kesehatan, dan berharap semua berjalan lancar,” ujar Safrita Aryana dari IdeaRun. (jr)






