Radarmakassar.id Makassar — Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Makassar menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemilahan sampah yang digaungkan pemerintah kota. Langkah nyata TDA Makassar yakni menawarkan pendampingan bagi pelaku usaha pengelolaan sampah.
Ketua Komunitas Pengusaha TDA Makassar 9.0, Andi Muhammad Resa Erlangga, mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin untuk mengidentifikasi akar persoalan pengelolaan sampah sekaligus menawarkan solusi dari para anggota komunitas yang bergerak di sektor tersebut.
Salah satu persoalan yang ditemukan adalah masih lemahnya tata kelola bisnis pada sektor swasta yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.
“Belum banyak pebisnis-pebisnis sampah yang betul-betul tahu tentang tata kelola bisnis sampahnya. Kami menawarkan solusi untuk pendampingan, karena kita punya ekosistem yang bisa scale up bisnis-bisnis waste management dari UMKM,” kata Resa, Senin (10/8).
TDA Makassar akan mendorong adanya pertemuan lanjutan bersama Organisasi Perangkat Daerah terkait, untuk membahas persoalan pengelolaan sampah secara lebih konkret.
Resa mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan metode pengelolaan sampah yang paling efektif sebelum akar persoalannya dipetakan secara menyeluruh.
“Yang kami lakukan tadi adalah diskusi untuk menemukan apa akar masalahnya. Kami mempertemukan langsung sektor swasta dengan Pak Wali. Hasilnya, kami didukung pemerintah untuk bekerja sama dalam pembinaan pebisnis sampah,” jelasnya.
Menurut Resa, sektor pengelolaan sampah memiliki peluang ekonomi yang besar. Namun, belum banyak pelaku usaha yang melihat sampah sebagai sesuatu yang memiliki nilai bisnis.
“Harapannya, banyak muncul peluang bisnis dari pengelolaan sampah ini, karena yang melihat sampah itu bernilai belum banyak,” katanya.
TDA Makassar sendiri memiliki sekitar 3.000 anggota yang merupakan pengusaha di Kota Makassar. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen merupakan pelaku UMKM.
Dengan jumlah anggota tersebut, TDA ingin membangun ekosistem usaha yang dapat mendorong lebih banyak pelaku UMKM terlibat dalam sektor pengelolaan sampah.
“Fokus kita pada pembinaan dan pendampingan. Kita buat ekosistem pengusahanya,” pungkas Resa.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan persampahan di Kota Makassar.
Oleh sebab itu, dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga pelaku UMKM untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.
“Kita ingin solusi terhadap berbagai persoalan pengelolaan sampah di Makassar, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas untuk mencari solusi yang dapat diterapkan secara nyata di lapangan,” ujanrya.
Munafri mengatakan, penanganan sampah membutuhkan perubahan pendekatan. Pemerintah tidak bisa hanya berfokus pada mengangkut dan membuang sampah, tetapi harus memperkuat pengelolaan sejak dari sumber.
Karena itu, keterlibatan masyarakat dan sektor swasta menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem persampahan yang terintegrasi, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
Ia menilai komunitas seperti TDA Makassar memiliki potensi besar untuk mengambil peran karena memiliki jaringan pelaku usaha yang cukup luas.
Jaringan tersebut dapat diarahkan untuk menciptakan inovasi sekaligus mengembangkan peluang ekonomi dari pengelolaan sampah.
Menurut Munafri, sampah seharusnya tidak selalu dipandang sebagai persoalan yang harus segera dibuang. Sebagian sampah memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik.
Karena itu, pemerintah membuka ruang bagi para pelaku usaha untuk terlibat dalam pengelolaan sampah, khususnya dalam memperkuat sistem pemilahan dan pengolahan dari sumber.
“Yang kita bangun adalah ekosistemnya. Pemerintah menyiapkan kebijakan dan sistemnya, sementara masyarakat dan dunia usaha bisa mengambil peran sesuai kapasitasnya,” jelasnya.
Munafri juga menyambut baik tawaran TDA Makassar untuk ikut mendampingi pelaku UMKM yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.
Appi berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat dilanjutkan dengan langkah konkret bersama perangkat daerah terkait.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat, Munafri optimistis pengelolaan sampah di Makassar dapat dilakukan secara lebih terstruktur sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Semua harus mengambil bagian. Kalau kita bergerak bersama, persoalan sampah ini bisa kita tangani secara bertahap dan lebih baik,” tukasnya. (jar)





