MAKASSAR, RADAR MAKASSAR.ID — Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Sulawesi Selatan menggandeng Monash University Indonesia dalam memperkenalkan Tanyaibu.com dan program Konfirm Gizi untuk memperluas akses informasi kesehatan, gizi, dan pengasuhan anak bagi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Akses Informasi, Literasi Digital, dan Kemandirian Perempuan di Era Transformasi dan Kecerdasan Buatan (AI)” dan berlangsung di ruang sidang DPRD Sulsel.
Kegiatan dihadiri anggota Kaukus Perempuan Parlemen serta berbagai unsur masyarakat.
Ketua Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Nirawati, mengatakan Tanyaibu.com diharapkan dapat memudahkan perempuan, khususnya para ibu, memperoleh informasi yang tepat terkait kesehatan, gizi, dan pengasuhan anak.
Menurutnya, platform tersebut juga diarahkan untuk memberikan informasi yang sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
“Masyarakat yang terpencil sekalipun bisa mengakses dengan adanya aplikasi ini, karena tidak harus selalu menggunakan internet. Bisa menggunakan WA, kalau tidak punya kuota WA ya bisa menggunakan SMS,” ujar Andi Nirawati.
Ia mengatakan kemudahan akses tersebut penting agar masyarakat di wilayah terpencil tetap dapat memperoleh informasi yang tepat.
“Terkadang kalau kita bertanya ke Google dan seterusnya, banyak hal yang kadang-kadang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia, sehingga memberikan kebingungan bagi seluruh masyarakat untuk mengakses informasi itu secara digital,” katanya.
Andi Nirawati juga berharap media ikut membantu menyosialisasikan Tanyaibu.com sehingga keberadaan platform tersebut dapat diketahui dan dimanfaatkan masyarakat secara tepat sasaran.
“Yang paling penting kami dari Kaukus berharap teman-teman media ini membantu kami untuk menyosialisasikan aplikasi ini agar tersebar informasinya. Karena banyak sekali aplikasi, tapi belum tentu kita mampu mensosialisasikannya dengan baik sehingga bisa tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam pengembangannya, Tanyaibu.com bekerja sama dengan Monash University Indonesia. Teknologi yang digunakan melibatkan para ahli di bidang data science, salah satunya Associate Professor Derry Wijaya, Program Coordinator Data Science Monash University Indonesia.
Derry Wijaya mengatakan, teknologi berbasis kecerdasan buatan tersebut dikembangkan untuk membantu meningkatkan akses informasi mengenai kesehatan perempuan, anak-anak, dan gizi di Sulawesi Selatan.
“Tujuannya kita mau mensosialisasikan sistem AI yang berbasis kecerdasan buatan ini, bagaimana bisa dipakai untuk membantu meningkatkan informasi mengenai kesehatan perempuan dan juga anak-anak dan gizi ke lebih banyak perempuan di Sulawesi Selatan,” ujar Derry.
Menurutnya, kader-kader kesehatan menjadi salah satu sasaran penting dalam pemanfaatan platform tersebut karena mereka berhubungan langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa.
“Yang mau kita sasar sekarang adalah kader-kader kesehatan yang bisa sampai ke desa-desa, berhubungan langsung dengan komunitas,” katanya.
Dengan demikian, informasi kesehatan terbaru, termasuk rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, diharapkan dapat diteruskan secara lebih cepat hingga ke masyarakat.
“Kalau ada informasi baru, misalnya ada rekomendasi dari Kementerian Kesehatan paling baru itu bisa langsung dari sana sampai ke ujung, dari ujung ke ujung,” jelasnya.
Selain Tanyaibu.com, kegiatan tersebut juga memperkenalkan program Konfirm Gizi sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga dan pencegahan stunting.
Kegiatan ini sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk memperkuat literasi digital dan kemandirian perempuan dalam memperoleh informasi serta mengambil keputusan terkait kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Setelah sosialisasi, pemanfaatan platform tersebut akan dievaluasi dalam enam bulan ke depan. Evaluasi akan menjadi bahan untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pembaruan sistem, sosialisasi tahap berikutnya, maupun perluasan pemanfaatan ke daerah lain.(*)






