Semarakkan HUT ke 419 Makasar, KORMI Hadirkan Festival Olahraga Lintas Usia

Ketua KORMI Makassar, Andi Ryan Adrianto bersama Ketua Panitia Forkot Makasar, Abdi Gunawan.

Makassar, Radarmakassar.id – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Makassar menghadirkan Festival Olahraga Kota (Forkot) 2026. Ajang olahraga masyarakat perdana ini melibatkan ribuan peserta dari 15 kecamatan dengan total 486 medali yang diperebutkan.

Forkot 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 17 Oktober 2026, dengan pembukaan di Anjungan City of Makassar, Pantai Losari. Kegiatan ini menjadi momentum bagi KORMI untuk memperkenalkan olahraga masyarakat sekaligus mendorong partisipasi warga dalam menjaga kesehatan dan kebugaran. Di samping itu, Forkot juga dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar.

Ketua KORMI Makassar, Andi Ryan Adrianto, mengatakan Forkot merupakan festival olahraga kota pertama yang digelar KORMI Makassar sejak organisasi tersebut hadir di Kota Daeng.

“Forkot ini adalah kegiatan pertama di KORMI Kota Makassar. Insyaallah, kami menghadirkan partisipasi sekitar 3.000 hingga 5.000 orang yang tersebar di 15 kecamatan dan berasal dari 23 induk organisasi olahraga (inorga),” ujarnya, Kamis (15/10).

Ryan menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi olahraga masyarakat agar semakin dikenal dan diminati warga.

Menurutnya, olahraga masyarakat memiliki keunggulan karena dapat diikuti berbagai kalangan tanpa dibatasi kelompok usia tertentu.

Melalui Forkot, KORMI Makassar berharap semakin banyak warga terlibat dalam aktivitas olahraga yang sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.

“Di KORMI ini tidak mengenal usia. Kami berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat dan warga bisa berolahraga di mana saja untuk menjaga kesehatan, khususnya masyarakat Kota Makassar,” jelasnya.

Selain mendorong budaya hidup sehat, Forkot juga diharapkan menjadi wadah untuk melahirkan penggiat olahraga potensial dari tingkat kecamatan. Mereka nantinya dapat dikembangkan untuk mengikuti kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan Festival Olahraga Nasional (Fornas).

Libatkan 23 Inorga dan UMKM

Ketua Panitia Forkot Makassar, Abdi Gunawan, mengatakan rangkaian perlombaan sebenarnya telah dimulai sejak 11 Oktober 2026. Sejumlah induk organisasi olahraga sudah melaksanakan pertandingan sebelum pembukaan resmi pada 17 Oktober.

“Total ada 23 inorga yang terlibat. Sampai saat ini, sudah ada empat inorga yang melaksanakan perlombaan. Inorga lainnya akan melaksanakan kegiatan setelah opening ceremony,” ungkapnya.

Menurut Abdi, dari keseluruhan cabang yang dipertandingkan, jumlah peserta tercatat lebih dari 2.000 orang. Panitia juga menyiapkan 486 medali yang terdiri atas emas, perak, dan perunggu.

Setiap inorga akan mempertandingkan atau memperlombakan tiga kategori dengan pembagian kelas yang disesuaikan dengan jenis olahraga, usia, maupun gender peserta.

Menariknya, Forkot dirancang inklusif dengan melibatkan peserta dari kelompok usia anak-anak hingga lanjut usia. Sejumlah cabang bahkan menyediakan kategori khusus bagi peserta berusia 50 tahun ke atas.

Adapun olahraga yang dilibatkan mencakup berbagai jenis aktivitas, mulai dari olahraga kesehatan dan kebugaran seperti senam aerobik, zumba, dan senam kreasi, hingga olahraga tradisional dan olahraga petualangan.

Beberapa di antaranya adalah panco, airsoft, pencak silat tradisional, serta olahraga bersepeda ontel.

Permainan tradisional juga akan menjadi bagian dari kemeriahan pembukaan Forkot. Panitia berencana memperkenalkan berbagai permainan khas masyarakat, seperti dende, lambasena, lompat tali, egrang, gasing, hadang, dan balap bakiak.

Pelaksanaan Forkot tidak hanya terpusat di kawasan Pantai Losari. Sejumlah lokasi lain di Makassar juga disiapkan sebagai arena perlombaan agar kegiatan tersebut menjangkau berbagai wilayah kota.

Beberapa lokasi yang digunakan antara lain Lapangan Karebosi, GOR Sudiang, Mall Phinisi Point, Hadin Stable Unhas, Lapangan Masjid Agung 45, dan Panaikang Square.

Panitia juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari 15 kecamatan untuk meramaikan kegiatan tersebut.

Setiap kecamatan mendapat kesempatan mengirimkan satu hingga dua UMKM untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan Anjungan City of Makassar.

Selain seremoni pembukaan, agenda 17 Oktober akan dirangkaikan dengan senam bersama dan kegiatan kuliner UMKM.

Keterlibatan pelaku usaha lokal ini diharapkan dapat memberikan ruang promosi bagi produk UMKM sekaligus memperluas manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Forkot. (Jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *