RADARMAKASSAR.id – Dalam upaya memperkuat pembinaan kepribadian dan memberikan ketenangan batin bagi warga binaan, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa menggelar kegiatan ruqyah massal pada Jumat (6/11), bertempat di Masjid Al-Ikhsan Lapas Narkotika Sungguminasa.
Kegiatan ini menghadirkan Ustaz Ichwan Jufri bersama tim sebagai pembimbing ruqyah. Seluruh warga binaan mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias dan khidmat. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Moh. Ilham Agung Setyawan.
Pelaksanaan ruqyah massal menjadi salah satu bentuk pendekatan pembinaan kepribadian melalui penguatan nilai-nilai keagamaan dan spiritual. Melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an serta bimbingan keagamaan, warga binaan diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, melakukan introspeksi diri, serta membangun ketenangan hati dalam menjalani kehidupan selama berada di dalam lapas.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Moh. Ilham Agung Setyawan, menyampaikan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan dan kemandirian, tetapi juga harus menyentuh aspek mental dan spiritual warga binaan.
“Ruqyah ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang kami hadirkan untuk memberikan penguatan spiritual kepada warga binaan. Kita ingin mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan hati yang lebih tenang, pikiran yang positif, serta semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Apapun upaya yang bisa kita lakukan demi perubahan warga binaan akan terus kita hadirkan, karena tujuan kita bukan sekadar membina, tetapi bagaimana mereka benar-benar mengalami perubahan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kalapas berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan warga binaan, khususnya dalam membangun pengendalian diri, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan kesadaran untuk meninggalkan perilaku negatif di masa lalu.
Melalui kegiatan ruqyah massal ini, Lapas Narkotika Sungguminasa terus berupaya menghadirkan pembinaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan warga binaan. Sebab, proses perubahan tidak hanya membutuhkan keterampilan untuk bekal setelah bebas, tetapi juga ketenangan jiwa, kekuatan iman, dan kemauan untuk memperbaiki diri.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan setiap warga binaan mampu menjalani masa pembinaan dengan lebih baik dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih positif dan bertanggung jawab. (*)






