Bulukumba, Radarmakassar.id – Upaya meningkatkan mutu dan daya saing produk perikanan terus dilakukan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Hal ini terlihat pada pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh tim FPIK UMI bertema “Inovasi Pengemasan dan Legalitas Usaha Ikan Tuna Asap dalam Rangka Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk” bersama Poklahsar Baturaga di Desa Sangkala, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, pada 1 November 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian yang menghubungkan pengetahuan, teknologi, dan inovasi dengan kebutuhan nyata pelaku usaha perikanan.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. Ir. Ernaningsih, MP, bersama dua anggota tim, yakni Dr. Ir. Kasmawati, MP dan Dr. Ir. Siti Hadijah, MP. Pelaksanaan program turut melibatkan Muh Arief Bahtiar, mahasiswa Magister Manajemen Pesisir dan Teknologi Kelautan UMI, sebagai bentuk partisipasi mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Salah satu sasaran utama program ini adalah memperbaiki praktik penanganan dan pengemasan ikan tuna asap,” ujar Ketua tim, Dr. Ir. Ernaningsih, MP.
Pada kesempatan ini, tim menyerahkan sejumlah peralatan penunjang produksi kepada Poklahsar Baturaga yang diketuai Hj. Sugianti, S.Sos. Peralatan tersebut terdiri atas mesin vacuum sealer, timbangan digital, plastik kemasan vakum, masker, dan sarung tangan untuk menunjang pengolahan serta pengemasan ikan tuna asap secara lebih bersih dan higienis.
Dr. Ir. Ernaningsih menjelaskan, sebelum pendampingan, produk masih dikemas dengan cara sederhana sehingga perlindungan dan aspek higienitasnya perlu ditingkatkan. Dengan hadirnya penerapan teknologi vacuum packaging diharapkan dapat menghasilkan kemasan yang lebih rapat, membantu mempertahankan mutu produk, serta memperpanjang potensi masa simpannya. Tampilan kemasan yang lebih baik juga diharapkan menambah daya tarik produk dan membuka peluang pemasaran ke segmen pasar yang lebih luas.

Di samping memperkenalkan peralatan pengemasan, tim PkM juga memberikan perhatian pada penerapan sanitasi dan kebersihan di setiap tahapan produksi. Pemakaian masker dan sarung tangan diperkenalkan sebagai bagian dari pembiasaan praktik higienis dalam menangani pangan olahan perikanan.
Tidak hanya itu, kelompok usaha juga memperoleh dorongan untuk mulai membenahi legalitas usaha. Aspek legalitas penting untuk meningkatkan keyakinan konsumen sekaligus mendukung perluasan jangkauan pemasaran.
Ketua Poklahsar Baturaga, Hj. Sugianti, S.Sos, menyambut baik pendampingan yang diberikan oleh tim PkM FPIK UMI.
“Kegiatan ini menambah wawasan dan pengalaman anggota kelompok, khususnya dalam mengoperasikan teknologi kemasan vakum serta menerapkan kebersihan produk,” katanya.
Hj. Sugiati berharap peralatan dan pengetahuan yang telah diperoleh dapat digunakan secara konsisten sehingga kegiatan produksi ikan tuna asap semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi kelompok.
Sementara itu Tim PkM F UMI mengharapkan pendampingan ini menjadi langkah awal bagi Poklahsar Baturaga untuk mengembangkan usaha pengolahan ikan tuna asap yang lebih modern, higienis, dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Juga, diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, memperkuat perekonomian warga pesisir, serta mendorong produk lokal Bulukumba agar semakin kompetitif dengan adanya kolaborasi perguruan tinggi dengan masyarakat. (*)






