Takalar, Radarmakassar.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan kegiatan pelatihan dan praktik rehabilitasi ekosistem lamun melalui transplantasi berbasis edukasi dan partisipasi masyarakat di Pulau Satangnga, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Kegiatan bertajuk “PkM Rehabilitasi Ekosistem Lamun melalui Transplantasi Berbasis Edukasi dan Partisipasi Masyarakat di Pulau Satangnga, Kabupaten Takalar” ini diketuai oleh Dr. Ir. Hamsiah, M.Si., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Andi Asni, M.P., dan Asmidar, S.Kel., M.Si.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Muh. Arief (S2) dan Muh. Nasir (S1), serta alumni Program Magister Manajemen Pesisir dan Teknologi Kelautan, Eko Saputra, S.Kel., M.Si., yang bertindak sebagai pemateri. Pelaksanaan kegiatan bermitra dengan Kelompok Jagad Samudera yang diketuai oleh Masriadi Dg. Tika.
Ketua Tim PkM, Dr. Ir. Hamsiah, M.Si., menyampaikan bahwa anggota Kelompok Jagad Samudera menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pelatihan. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada peserta mengenai teknik rehabilitasi ekosistem lamun melalui transplantasi. Selama ini, peserta lebih mengenal metode transplantasi dalam kegiatan rehabilitasi terumbu karang.
“Pelatihan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempelajari teknik transplantasi lamun serta penerapannya secara langsung di lapangan,” kata Dr. Hamsiah.
Edukasi mengenai ekosistem lamun menjadi penting karena pengetahuan masyarakat tentang fungsi dan peran ekosistem ini masih perlu ditingkatkan. Salah satu permasalahan yang ditemukan di kawasan Pulau Satangnga adalah aktivitas penambatan perahu di atas hamparan lamun.

Aktivitas tersebut berpotensi merusak tutupan lamun dan menghambat pertumbuhannya. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi, perlindungan, dan pengelolaan ekosistem lamun secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat setempat.
“Ekosistem lamun memiliki berbagai fungsi penting, baik secara ekologis maupun ekonomis. Secara ekologis, lamun berperan dalam meredam energi gelombang, membantu menstabilkan sedimen, serta menyediakan habitat dan tempat mencari makan bagi berbagai biota laut,” ujarnya.
“Dari sisi ekonomis, ekosistem lamun mendukung kegiatan perikanan, menyediakan jasa lingkungan, dan berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata. Oleh karena itu, kelestarian ekosistem lamun perlu dijaga melalui upaya pengelolaan dan rehabilitasi yang berkelanjutan,” tambah Hamsiah.
Dalam kegiatan praktik, rehabilitasi ekosistem lamun dilakukan melalui metode transplantasi dengan memanfaatkan rangka bambu (frame bambu) dan anyaman tikar sebagai media tanam.
Eko Saputra menjelaskan bahwa kedua media tersebut dipilih karena menggunakan bahan alami yang berpotensi terurai secara alami di lingkungan. Selain itu, pengikatan lamun pada media tanam menggunakan tali berbahan serat kelapa sebagai upaya menerapkan teknik rehabilitasi yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Ketua Kelompok Jagad Samudera, Masriadi Dg. Tika, menjelaskan bahwa sejak dibentuk pada tahun 2013 atas prakarsa Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, kelompok tersebut telah aktif melaksanakan kegiatan rehabilitasi hutan mangrove. Namun, kegiatan rehabilitasi terumbu karang dan ekosistem lamun belum pernah dilakukan.
“Dengan adanya kegiatan ini, kelompok memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru untuk memperluas upaya rehabilitasi ekosistem pesisir, tidak hanya pada mangrove, tetapi juga pada ekosistem lamun,” ungkap Dg Tika.
Melalui demonstrasi dan praktik langsung, peserta memperoleh pengalaman dalam mengenal media tanam serta menerapkan teknik transplantasi lamun. Pendekatan edukasi dan partisipasi masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian serta mendorong keterlibatan kelompok masyarakat dalam menjaga dan memulihkan ekosistem lamun di Pulau Satangnga.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, yang mengintegrasikan keilmuan, pendidikan, dan penerapan hasil pengetahuan untuk menjawab permasalahan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan PkM ini, UMI berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi antara dosen, mahasiswa, alumni, dan masyarakat dalam mendukung rehabilitasi serta pelestarian ekosistem pesisir dan laut secara berkelanjutan. (*)






