News  

Komisi XIII Kunjungi Rutan Makassar, Meity Sebut Sudah Kelebihan Kapasitas Penghuni 

RADARMAKASSAR.ID – Rombongan Anggota Komisi XIII DPR RI melaksanakan Kunjungan kerja di Rutan kelas I Makassar yang di pimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Rinto Subekti dan beberapa anggota diantaranya Samsul Bahri Tiyong, Permenas Mandenas, Tonny Tesar, dan Meity Rahmatia yang merupakan perwakilan Sulawesi Selatan dari dapil I.

Dalam kunjungan tersebut para anggota komisi XIII DPR RI melakukan peninjauan di beberapa titik lokasi termasuk mengunjungi rutan perempuan dan tempat ibadah untuk mengecek langsung keadaan rutan.

Namun setelah pihaknya turun mengecek rutan sudah kelebihan kapasitas sehingga akan menjadi perhatian untuk disampaikan di pimpinan Komisi XIII. 

Meity Rahmatia yang merupakan anggota fraksi PKS DPR RI mengatakan bahwa kapasitas untuk rutan kelas I Makassar hanya untuk kurang lebih 1.000 an orang akan tetapi saat ini  total seluruh penghuni mencapai 2.309 orang.

“Terkait persoalan kelebihan kapasitas ini, ini tentunya menjadi bahan evaluasi bagi kami, karena memang sangat padat dari segi kapasitas karena hampir semua lapas mengalami kelebihan kapasitas bukan hanya di kota Makassar, ada juga hal serupa di daerah lain,”jumat (12/12).

Meity Rahmatia juga menyampaikan bahwa Kunjungan komisi XIII ke rutan sebagai bentuk dari teamwork di DPR RI dengan mengunjungi salah satu lembaga pemasyarakatan yang ada di Sulawesi Selatan dalam rangka pengawasan untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan hak-hak nya.

“Warga binaan harus mendapatkan hak pembinaan, hak beribadah, perlindungan, layanan kesehatan, pendidikan, dan kemudian proses reintegrasi agar dapat kembali diterima di masyarakat,”ujarnya.

Oleh karena itu, harus juga ada percepatan dari pemerintah untuk menghadirkan pusat rehabilitasi di Sulawesi Selatan, karena menurutnya mereka sangat membutuhkan tempat rehabilitasi agar tidak tercampur dengan narapidana kasus umum.

“Sebaiknya warga binaan yang terkena narkoba dipisahkan agar mereka mendapatkan pusat rehabilitasi yang layak,” ungkapnya.

Lanjutnya, bahwa  kunjungan Komisi XIII pihaknya juga melihat bahwa petugas pemasyarakatan sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan edukasi kepada para warga binaan, baik dari segi pembinaan, keterampilan, maupun sarana ibadah. 

“Sarana dan prasarananya sudah cukup maksimal, hanya saja mereka membutuhkan dukungan pendanaan untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan program-program yang ada. Kita berharap nantinya setelah keluar, mereka bisa melakukan reintegrasi sosial dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” harapnya 

“Saya juga sempat berbincang dengan beberapa warga binaan, melihat hasil produksi mereka, dan ada beberapa hal yang cukup menarik.

Tadi saya mengunjungi Rutan Perempuan. Memang kondisinya sangat sensitif dan banyak kebutuhan kecil yang harus diperhatikan bersama, seperti pakaian sehari-hari, susu, diapers, dan kebutuhan bagi warga binaan yang sedang hamil sehingga mendesak,” ungkapnya.

Tambahnya,dalam waktu dirinya secara pribadi akan segera mengirimkan bantuan karena perempuan memang ada.

Kebutuhan tersebut memerlukan perhatian khusus, karena perempuan yang sudah uzur atau memiliki kondisi tertentu tidak bisa lagi dibebani dengan hal-hal yang berat. 

“Dari saya pribadi, Insya Allah dalam waktu dekat saya akan membawa kebutuhan-kebutuhan tersebut sebagai bentuk perhatian yang sudah lama mereka tunggu, terutama bagi mereka yang kondisinya uzur dan sangat membutuhkan bantuan segera,” tutupnya.(kas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *