Ragam  

UMI Terus Bergerak Bantu Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Tim Relawan Kemanusiaan UMI, kampus dari Sulawesi Selatan ini menyalurkan logistik makanan ringan, susu anak, sandal, dan kelambu bagi warga yang masih bertahan di posko dan tenda pengungsian, Jumat (19/12/2025).

Aceh Tamiang, Radarmakassar.id – Di tengah proses pemulihan pascabencana yang masih menyisakan berbagai keterbatasan, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali hadir membersamai masyarakat Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

Melalui Tim Relawan Kemanusiaan UMI, kampus dari Sulawesi Selatan ini menyalurkan logistik makanan ringan, susu anak, sandal, dan kelambu bagi warga yang masih bertahan di posko dan tenda pengungsian, Jumat (19/12/2025).

Bantuan tersebut menyasar kebutuhan dasar para penyintas, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, di tengah kondisi lingkungan yang masih berlumpur serta keterbatasan sarana pendukung kehidupan sehari-hari. Biskuit dan susu diberikan sebagai pemenuhan gizi sementara bagi anak-anak, sandal dibagikan untuk menunjang mobilitas warga di area terdampak, sementara kelambu disalurkan guna memberikan kenyamanan dan perlindungan saat beristirahat di posko pengungsian.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dan sederhana, namun sarat kehangatan. Interaksi antara relawan dan warga berlangsung akrab—anak-anak tampak tersenyum menerima biskuit dan susu, sementara para orang tua menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang terus mengalir. Kehadiran relawan tidak hanya membawa logistik, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan, dikuatkan, dan ditemani dalam masa sulit.

Koordinator Tim Relawan Kemanusiaan UMI Makassar, dr. Berry, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Kampus Berdampak, sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek).

“Kami hadir dari Makassar bukan sekadar membawa bantuan, tetapi membawa pesan bahwa kampus harus hadir untuk saling menguatkan. Pengabdian ini kami arahkan untuk memperkuat masyarakat sekaligus mendukung kerja pemerintah dan tenaga kesehatan di lapangan,” ujar dr. Berry.

Ia menegaskan bahwa kehadiran UMI tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari penguatan struktur pemerintahan, khususnya dalam mendukung fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan publik pascabencana.

“Walaupun tenaga kesehatan juga terdampak, ketika sistem layanan dan fasilitas mereka diperkuat, maka masyarakatlah yang akan merasakan dampaknya. Inilah esensi Kampus Berdampak,” tambahnya.

Salah seorang warga Kota Lintang, Rahmawati (38), mengungkapkan rasa haru atas kehadiran relawan UMI.

“Kami merasa tidak sendirian. Bantuan ini mungkin sederhana, tapi sangat berarti. Lebih dari itu, kehadiran mereka memberi kami semangat untuk bertahan,” tuturnya.

Aksi kemanusiaan ini melanjutkan rangkaian kehadiran UMI sejak hari-hari awal pascabencana di Aceh Tamiang, mulai dari pendirian posko kesehatan darurat, pelayanan medis langsung melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, penguatan fasilitas kesehatan bersama mitra seperti YBM PLN, hingga penyaluran logistik pendukung kehidupan warga. Rilis ini menegaskan bahwa gerak UMI berkesinambungan, sistematis, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Sebagai perguruan tinggi dari Indonesia Timur, Universitas Muslim Indonesia Makassar menunjukkan bahwa jarak geografis bukan penghalang untuk hadir ketika kemanusiaan memanggil. Melalui semangat Kampus Berdampak, UMI tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menguatkan kepercayaan masyarakat bahwa negara hadir melalui kolaborasi kampus, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan.

Di Kota Lintang, UMI tidak sekadar menyalurkan bantuan. UMI hadir untuk saling menguatkan—menguatkan warga, menguatkan tenaga kesehatan, dan menguatkan struktur layanan publik—sebagai wujud nyata kampus kemanusiaan bereputasi nasional yang bekerja dalam senyap, namun berdampak dalam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *