Daerah  

KFC dan Coffee Bean Menunggak Pajak

RADARMAKASSAR.ID, MAROS – Dua restoran di Kabupaten Maros tercatat menunggak pajak. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros pun turun langsung melakukan penagihan kepada wajib pajak tersebut, Kamis (18/6/2026).

Dua restoran yang menunggak pajak itu yakni KFC Grand Mall Maros dan The Coffee Bean and Tea Leaf yang beroperasi di kawasan Bandara Sultan Hasanuddin.

Kepala Bidang Pengendalian Bapenda Maros, Ilham Ruslan, mengatakan tunggakan terbesar berasal dari KFC Grand Mall Maros. “Kalau KFC tunggakannya sekitar Rp140 juta,” katanya. Sementara itu, The Coffee Bean and Tea Leaf menunggak sebesar Rp27 juta.

Ilham mengatakan, tunggakan tersebut merupakan kewajiban pajak restoran untuk periode April hingga Mei 2026.

Ia menjelaskan, setiap wajib pajak yang terlambat menyetorkan kewajibannya akan dikenakan sanksi administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. “Ada denda 1 persen per bulan bagi wajib pajak yang menunggak,” jelasnya.

Meski masih terdapat sejumlah tunggakan, realisasi penerimaan pajak restoran di Kabupaten Maros hingga pertengahan tahun ini menunjukkan tren yang positif.

Bapenda Maros menargetkan penerimaan pajak restoran sebesar Rp22 miliar pada tahun 2026. “Dari target tersebut, realisasi yang telah dicapai saat ini sudah menembus angka lebih dari Rp10,1 miliar atau sekitar 53 persen,” tuturnya.

Dengan capaian tersebut, pihaknya optimistis target penerimaan pajak restoran tahun ini dapat tercapai hingga akhir tahun.

Ilham menambahkan, restoran yang beroperasi di kawasan bandara sejauh ini menunjukkan tingkat kepatuhan yang cukup baik dalam menyetor pajak.

Untuk menjaga tren positif penerimaan pajak, pihaknya terus melakukan berbagai langkah optimalisasi. Salah satunya melalui sosialisasi dan pengawasan terhadap pelaporan omzet wajib pajak.

Saat ini, jumlah objek pajak restoran yang tercatat di Kabupaten Maros mencapai 184 wajib pajak.

Sementara itu, Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah, mengungkapkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros hingga Mei 2026 telah mencapai sekitar Rp140 miliar. Jumlah tersebut berasal dari berbagai sektor pajak dan retribusi daerah.

“Capaian PAD saat ini sekitar Rp140 miliar dari target Rp347 miliar. Semoga bulan depan sudah mencapai 50 persen,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *