MAKASSAR, RADAR MAKASSAR.ID — Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pemajuan Kebudayaan Daerah DPRD Sulawesi Selatan, Firmina Tallulembang, mengusulkan agar kawasan Toraja kembali masuk dalam jajaran destinasi wisata prioritas nasional saat bertemu Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Firmina menyerahkan usulan tertulis yang berisi sejumlah masukan terkait penguatan kebudayaan daerah dan pengembangan destinasi wisata berbasis budaya di Sulawesi Selatan, khususnya Toraja.
Menurut Firmina, Toraja merupakan ikon budaya dan pariwisata Sulawesi Selatan yang memiliki daya tarik unik dan telah lama dikenal hingga mancanegara. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap pengembangan dan promosi kawasan tersebut dinilai perlu kembali diperkuat.
“Toraja ini sebenarnya ikon Sulawesi Selatan untuk budaya dan pariwisata. Dulu orang mengenal Indonesia bagian timur melalui Bali dan Toraja. Karena itu kami berharap pemerintah pusat membantu mengembalikan kejayaan Toraja sebagai destinasi wisata nasional,” ujar Firmina Sabtu (20/12).
Legislator Partai Gerindra itu menilai promosi budaya dapat diperkuat melalui penyelenggaraan festival berskala nasional maupun internasional. Salah satu agenda yang dinilai layak dihidupkan kembali adalah Lovely December, yang pernah menjadi event unggulan dan berhasil menarik perhatian wisatawan melalui berbagai atraksi budaya khas Toraja.
Firmina menyebut Toraja memiliki kekayaan tradisi, adat istiadat, dan warisan budaya yang tidak dimiliki daerah lain, sehingga sangat potensial menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara jika didukung promosi yang terintegrasi.
Selain Toraja, Firmina juga menyoroti potensi wisata daerah lain di Sulawesi Selatan, termasuk kawasan kepulauan di Kabupaten Kepulauan Selayar yang memiliki kekuatan pada sektor wisata bahari dan panorama alam.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon disebut merespons positif berbagai usulan yang disampaikan. Pembahasan mencakup perlindungan kawasan budaya Toraja, revitalisasi museum, hingga penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam pengelolaan kebudayaan.
Firmina menegaskan bahwa pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama karena budaya merupakan identitas bangsa yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya. Karena itu budaya harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” tegasnya.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat semakin memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat kebudayaan dan destinasi wisata unggulan Indonesia, dengan Toraja sebagai wajah utama pariwisata budaya yang kembali dikenal dunia. (*)






