Metro  

Perayaan HUT RI: Wali Kota Minta Transpuan, Anak Kecil hingga Lansia Tak Diberi Panggung

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat sambutan dalam Rapat Forkopimda Kota Makassar dalam rangka penguatan sinergitas menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Hotel Novotel Makassar, Kamis (3/8).

Radarmakassar.id, Makassar — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta seluruh panitia perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat kecamatan hingga kelurahan menjaga konsep hiburan agar tetap sesuai norma dan kepatutan.

Munafri secara khusus meminta agar anak-anak di bawah umur tidak ditampilkan di atas panggung dengan pakaian senonoh, menari-nari dengan tarian yang tidak pantas.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat Rapat Forkopimda Kota Makassar dalam rangka penguatan sinergitas menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Hotel Novotel Makassar, Kamis (3/8).

Menurutnya, rangkaian perayaan kemerdekaan yang digelar di berbagai wilayah harus menjadi pesta rakyat yang aman, nyaman, sekaligus tetap mengedepankan nilai-nilai norma.

“Mohon maaf, di panggung anak kecil di bawah umur tampil dengan pakaian seronok. Itu saya tak mau lihat lagi. Dance-dance anak-anak kecil yang belum sampai umurnya itu sudah, ini akan memancing,” tegas Munafri.

Ia menegaskan, larangan tersebut bukan hanya berlaku bagi anak-anak. Munafri juga meminta agar orang dewasa, termasuk perempuan lanjut usia, tidak ditampilkan dalam pertunjukan yang dianggap tidak pantas.

“Anak kecil saja dilarang, apalagi orang tua atau nenek-nenek. Jangan,” ujarnya.

Munafri juga meminta panitia tidak menyediakan panggung bagi kelompok transpuan sebagai objek hiburan atau bahan lelucon dalam perayaan kemerdekaan.

“Jangan juga mengeksplorasi waria-waria yang ada itu. Tak usah dikasih panggung. Bukan bahan tertawaan, yang bukan dibuat bahan lucu-lucuan,” tegasnya.

Munafri mengatakan, dirinya bersama Kapolrestabes Makassar, Dandim 1408/Makassar dan jajaran Forkopimda akan melakukan pemantauan ke sejumlah kegiatan perayaan di tingkat kecamatan.

Ia meminta para camat memastikan setiap acara yang digelar memiliki konsep hiburan yang mengedepankan nilai-nilai positif dan tidak berpotensi menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

Selain persoalan hiburan, Munafri menekankan pentingnya aspek keamanan dan kesehatan selama rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan. Ia meminta Dinas Kesehatan menyiagakan personel di lokasi kegiatan. Pemadam kebakaran juga diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang kering dan tingginya potensi kebakaran.

“Range-nya saya melihat hampir setiap tiga hari sekali ada kebakaran di mana-mana dengan kondisi udara yang kering. Ini mengakibatkan potensi ini sangat besar bisa terjadi di mana saja,” ujarnya.

Munafri juga mendorong penguatan koordinasi tiga pilar hingga tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mengantisipasi potensi konflik sosial, kejahatan jalanan, serta gangguan keamanan lainnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Anwar Faruq yang mewakili Ketua DPRD Makassar Supratman, turut mendukung imbauan tersebut.

Ia meminta anak-anak tidak dieksploitasi dalam pertunjukan hiburan perayaan 17 Agustus. Menurutnya, hiburan yang ditampilkan harus tetap pantas dinikmati masyarakat sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.

“Supaya anak-anak tidak dieksploitasi. Memberikan hiburan-hiburan yang memang pantas untuk kita nikmati sebagai bagian daripada perayaan 17-an,” kata Anwar.

Ia juga menyatakan kelompok transpuan sebaiknya tidak dijadikan objek pertunjukan atau hiburan, melainkan mendapatkan pembinaan agar dapat berkarya dan memberikan kontribusi bagi Kota Makassar. (Jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *