News  

Unhas Bantah Dugaan Pembajakan PKKMB oleh TNI: Sebut Disinformasi dan Framing Negatif

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko saat kegiatan PKKMB Unhas.

Radarmakassar.id, Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) membantah narasi di media sosial yang menyebut prosesi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas pada 12 Agustus 2026 dibajak oleh Rektorat bersama aparat TNI.

Unhas menegaskan informasi yang beredar tersebut merupakan pemelintiran informasi, disinformasi, serta framing negatif yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi, Direktorat Komunikasi/Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan setiap tahun Unhas menggelar PKKMB dengan mengundang pimpinan pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, kata dia, awalnya dijadwalkan hadir pada 11 Agustus 2026 atau bertepatan dengan hari pertama PKKMB Unhas untuk memberikan materi mengenai jati diri bangsa dan pembinaan kesadaran bela negara.

Namun, karena adanya agenda dan kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan, kehadiran Pangdam ditunda. Pangdam kemudian menyampaikan kesediaannya untuk hadir pada Rabu, 12 Agustus 2026.

“Pada tanggal tersebut, rangkaian PKKMB Unhas telah memasuki agenda tingkat fakultas. Dari seluruh fakultas di Unhas, FIB dipilih sebagai lokasi kunjungan karena memiliki jumlah mahasiswa baru terbesar kedua,” kata Ishaq dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Selain itu, FIB melaksanakan PKKMB tingkat fakultas di GOR JK Arenatorium yang dinilai memungkinkan untuk menerima kunjungan Pangdam beserta rombongan.

Ishaq menegaskan, rencana kedatangan Pangdam juga telah dikomunikasikan kepada pimpinan FIB. Karena itu, narasi yang menyebut panitia PKKMB FIB tidak mengetahui kedatangan Pangdam dinilai tidak benar.

“Rencana kedatangan Pangdam XIV/Hasanuddin telah dikomunikasikan kepada pimpinan FIB. Jadi, narasi yang menyebutkan bahwa panitia PKKMB FIB tidak mengetahui kedatangan Pangdam adalah disinformasi,” tegasnya.

Menurut Unhas, kegiatan bersama Pangdam berlangsung sekitar satu jam dengan tertib, aman, dan lancar. Mayjen Bangun Nawoko memberikan materi dengan gaya patriotik dan penuh semangat, sekaligus membuka ruang dialog serta diskusi dengan mahasiswa baru.

Unhas juga membantah adanya bentakan maupun kekerasan verbal terhadap mahasiswa baru selama kegiatan tersebut. Materi dan dialog bersama Pangdam disebut berakhir sekitar pukul 17.10 WITA.

Terkait informasi mengenai banyak mahasiswa baru yang pingsan, Unhas menyebut kondisi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Ishaq menjelaskan, memang terdapat mahasiswa yang mengalami gangguan kesehatan karena kondisi tubuh yang kurang fit setelah mengikuti kegiatan PKKMB fakultas sejak pukul 08.00 WITA. Menurutnya, kondisi semacam itu dapat terjadi dalam kegiatan yang melibatkan peserta dalam jumlah besar.

“Memang ada mahasiswa yang kurang sehat karena kondisi yang kurang fit, mengingat kegiatan PKKMB fakultas dimulai sejak pukul 08.00 pagi. Kejadian seperti ini lumrah ditemui dalam setiap kegiatan yang melibatkan peserta dalam jumlah besar. Itulah sebabnya panitia selalu siap dengan Tim Medis,” jelasnya.

Unhas turut membantah narasi yang menyebut pintu GOR ditutup dan dijaga aparat sehingga mahasiswa baru tidak diperbolehkan keluar.

Menurut Ishaq, Pangdam saat hadir memang didampingi sejumlah personel pengamanan. Namun, personel tersebut disebut tidak melakukan intervensi terhadap pelaksanaan PKKMB.

“Personil TNI yang mendampingi Pangdam tidak melakukan intervensi terhadap pelaksanaan PKKMB,” ujarnya.

Unhas juga secara resmi membantah anggapan bahwa kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin dalam PKKMB tersebut merupakan bentuk militerisasi ruang akademik.

Sebelumnya, akun Instagram @unhas.distopia mengunggah narasi yang menyebut pelaksanaan PKKMB FIB dibajak Rektorat dan aparat TNI. Dalam unggahan tersebut juga disebut mahasiswa baru ditahan berjam-jam, dibentak dan diintimidasi aparat, hingga mengalami kelelahan dan pingsan.

Unhas meminta pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang dinilai memelintir fakta tersebut menghentikan tindakan yang dianggap mendiskreditkan Unhas maupun TNI.

“Kami mengimbau agar pihak-pihak yang memelintir informasi, mendiskreditkan Unhas dan TNI, serta berusaha memecah belah kedua institusi ini agar segera menghentikan tindakannya,” kata Ishaq.

Ia menegaskan Unhas sebagai lembaga pendidikan tinggi dan TNI sebagai institusi pertahanan negara selama ini bersinergi dalam mendukung nasionalisme dalam bingkai persatuan dan kesatuan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *