RADARMAKASSAR.ID — Konfederasi Serikat Ojol Sulawesi Selatan (KSOS) mendesak PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat untuk transparan terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
KSOS menilai transparansi penting untuk memastikan masyarakat mengetahui penyebab pemadaman, termasuk apakah kondisi tersebut benar-benar tidak dapat dihindari atau berkaitan dengan perencanaan, pengelolaan, dan kesiapan sistem ketenagalistrikan.
Ketua Umum KSOS, Hairun H, mengatakan masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang transparan mengenai kondisi sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman bergilir.
“Kami di kalangan ojek online merasa ada perubahan pada pendapatan selama pemadaman listrik ini berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Persoalannya tidak lagi semata-mata soal teknis, tetapi juga harus dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat, khususnya kami selaku ojek online,” tegas Hairun, Rabu (3/9/2026).
Menurut Hairun, setiap pemadaman listrik menimbulkan konsekuensi ekonomi bagi masyarakat. Gangguan pasokan listrik dapat menghambat aktivitas perdagangan dan mengganggu peningkatan jumlah pesanan yang menjadi sumber pendapatan pengemudi ojek online.
“Apalagi jaringan seluler juga ikut terganggu akibat pemadaman listrik yang terus berulang. Kami, ojek online, sangat bergantung pada jaringan seluler untuk menjalankan aktivitas. Jangan sampai kami hanya diminta memahami keadaan, tetapi tidak pernah diberikan gambaran mengenai persoalan yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.
Hairun menilai gangguan jaringan seluler semakin memperbesar dampak pemadaman bagi pengemudi ojek online. Sebab, aktivitas menerima pesanan, berkomunikasi dengan pelanggan, serta menjalankan layanan melalui aplikasi sangat bergantung pada ketersediaan jaringan dan listrik.
KSOS saat ini beranggotakan sekitar 800 pengemudi ojek online dari berbagai aplikator, di antaranya Grab, Gojek, Shopee, dan Maxim.
Hairun menegaskan KSOS akan menyampaikan aspirasi para anggotanya kepada pihak terkait, baik melalui komunikasi tertulis maupun secara langsung.
Karena itu, KSOS mendesak PLN UID memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, termasuk kondisi sistem kelistrikan dan langkah yang dilakukan untuk mengatasi gangguan tersebut.
“Kami berharap PLN dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar publik mengetahui kondisi yang sebenarnya dan memahami langkah yang sedang dilakukan untuk mengatasi persoalan ini,” pungkas Hairun.






