Metro  

Family Gathering HUT Ke-102, Munafri Dorong PDAM Makassar Perkuat Infrastruktur dan Pelayanan Air Bersih

Gathering PDAM Kota Makassar sebagai rangkaian perayaan hari ulang tahun ke-102 tahun di Pantai Indah Bosowa, Sabtu (15/08/2026) malam.

Radarmakassar.id, Makassar -Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk mendorong Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar menjadi perusda yang semakin sehat, profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Gathering PDAM Kota Makassar sebagai rangkaian perayaan hari ulang tahun ke-102 tahun.

Gathering dihelat di Pantai Indah Bosowa, Sabtu (15/08/2026) malam. Munafri hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.

Munafri mengatakan, kehadirannya menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Makassar terhadap seluruh karyawan PDAM yang selama ini bekerja memenuhi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, tanpa dedikasi para pekerja PDAM, persoalan pelayanan air bersih di Kota Makassar akan menjadi tantangan yang jauh lebih besar.

Munafri bercerita dirinya telah beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk memastikan berbagai informasi terkait perbaikan pelayanan air yang diterimanya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Artinya, peluang untuk berbuat lebih besar bisa kita lakukan kalau kita membangun sebuah komitmen dan keseriusan untuk membesarkan perusahaan ini,” ujarnya.

Munafri secara khusus mengingatkan PDAM agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan laba. Namun, sebagai perusahaan yang memiliki tugas memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan kinerja keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan.

“102 tahun bukan usia yang muda. Saya berharap kita menjadi salah satu perusahaan air minum yang tidak hanya mengejar laba perusahaan, tidak hanya berpikir tentang keuntungan, tapi bagaimana pelayanan prima bisa sampai di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Munafri juga meminta seluruh jajaran PDAM mempersiapkan infrastruktur dan kemampuan pelayanan menghadapi kondisi perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air.

Ia ingin kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat dilayani dengan baik, termasuk ketika Makassar menghadapi periode kemarau yang panjang.

“PR kita ke depan begitu besar, sehingga tidak mungkin PR ini diselesaikan hanya oleh direksi yang ada, hanya oleh kepala-kepala bagian. Tapi PR ini akan selesai kalau kita semua hands-on, kita semua turun tangan untuk membantu sesuai dengan kapasitas yang kita miliki,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh karyawan membangun budaya kerja yang profesional, solid dan berorientasi pada pelayanan. Dengan kebersamaan tersebut, Munafri optimistis PDAM tidak hanya semakin sehat sebagai perusahaan, tetapi juga semakin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Kota Makassar.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Makassar Andi Syahrum Makkurade, sebelumnya mengatakan pihaknya saat ini lebih memfokuskan seluruh sumber daya pada pembenahan pelayanan dibanding menggelar kegiatan seremonial, mengingat kondisi kekeringan yang sedang melanda.

Ia memastikan kondisi pasokan air bersih masih dapat dipertahankan meski menghadapi tantangan penurunan debit air baku.

“Alhamdulillah kami masih mampu bertahan dengan situasi ini. Karena itu kami fokus berbenah dan meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Syahrum mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan meter air. Selain kebutuhan pemasangan baru dan penggantian meter rusak, PDAM juga menghadapi kasus pencurian meter yang sebagian besar berbahan tembaga.

Menurutnya, kebutuhan meter air sepanjang 2026 diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu unit. Lokasi yang dilaporkan mengalami pencurian antara lain berada di kawasan Tamalanrea, Biringkanaya, dan Rappocini.

Di sisi lain, distribusi air ke wilayah utara dan timur Makassar juga mulai terdampak menurunnya debit Sungai Lekopancing serta berkurangnya kapasitas intake di Manggala, terutama pada malam hingga pagi hari.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah wilayah seperti Manggala dan Antang mengalami gangguan pasokan air. Meski demikian, PDAM memastikan tetap menyiagakan pasokan air bersih dan siap berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) apabila diperlukan distribusi air menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak. (jr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *