Radarmakassar.id, Makassar — Siapa duga hanya menjepret atau foto sampah berserakan di jalanan sambil berolahraga bisa mendapatkan hadiah menarik. Terobosan baru ini hanya ada di Kota Makasssar melalui fitur di aplikasi Lontara Plus befnama Makassar Move.
Kehadiran fitur Makassar Move ini bertujuan mengajak masyarakat berolahraga sekaligus aktif melaporkan berbagai persoalan lingkungan di wilayahnya.
Staf Ahli Wali Kota Makassar Bidang Teknologi Informasi, Andi Gita Namira Patigana, mengatakan Makassar Move merupakan inisiatif langsung Wali Kota Makassar yang memiliki kegemaran berolahraga, khususnya lari.
Menurutnya, saat berolahraga, Wali Kota kerap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Kebiasaan tersebut kemudian ingin diduplikasi kepada masyarakat melalui fitur Makassar Move.
“Melalui fitur Makassar Move, masyarakat bisa menghubungkan data dari aplikasi Strava menggunakan Health Connect. Selain itu, masyarakat juga bisa membuat laporan atau aduan terkait kondisi lingkungan yang ditemui saat berolahraga,” jelasnya, Selasa (18/8).
Dalam pelaksanaannya, peserta akan mendapatkan poin yang diakumulasikan berdasarkan aktivitas olahraga lari dan jumlah laporan yang dikirimkan.
Peserta dengan perolehan poin tertinggi akan ditetapkan sebagai juara pertama, kedua dan ketiga. Mereka akan mendapatkan hadiah berupa sepatu olahraga, smartwatch hingga jersey olahraga.
Untuk mengikuti program tersebut, masyarakat terlebih dahulu harus memperbarui aplikasi Lontara Plus, kemudian memilih banner Makassar Move dan mengikuti event yang sedang berlangsung, termasuk Makassar Move Virtual Run Event.
Andi Gita menjelaskan, program tersebut saat ini masih dalam tahap early access. Tahapan ini dilakukan untuk mengumpulkan masukan sekaligus mengevaluasi penggunaan fitur sebelum dikembangkan lebih lanjut.
Event perdana Makassar Move berlangsung selama tiga minggu. Durasi tersebut ditujukan agar masyarakat memiliki waktu untuk mengenal dan membiasakan diri menggunakan fitur baru tersebut.
Peserta wajib memiliki KTP Makassar. Verifikasi identitas akan dilakukan ketika penentuan pemenang. Tidak terdapat batasan jarak minimal maupun maksimal dalam olahraga lari. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan peserta, jarak tempuh lari, serta jumlah aduan yang disampaikan.
“Bobot poin aduan cukup besar. Jadi masyarakat bukan hanya berolahraga, tetapi juga membantu pemerintah mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan,” katanya.
Berbagai persoalan dapat dilaporkan melalui Makassar Move, di antaranya tumpukan sampah, pembakaran sampah ilegal, kerusakan fasilitas umum seperti trotoar, serta persoalan kebersihan dan ketertiban lingkungan lainnya.
Pemkot Makassar berharap fitur tersebut dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menjadi sarana penyampaian informasi mengenai berbagai persoalan perkotaan.
Meski terdapat sejumlah persoalan yang berada di luar kewenangan Pemkot Makassar, seperti fasilitas jalan provinsi atau nasional, laporan masyarakat tetap akan menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi pemerintah untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi maupun instansi terkait. (Jar)






