RADARMAKASSAR.co.id – Sebanyak 51 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan Pembekalan Pengayaan Bahasa LPDP Batch 2 Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (19/8/2026).
Para peserta berasal dari berbagai wilayah dengan latar belakang yang beragam, di antaranya Riau, Bengkulu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan para penerima beasiswa LPDP sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Program pembekalan pengayaan bahasa tersebut akan berlangsung selama enam bulan. Selama mengikuti program, peserta akan mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris sebagai persiapan akademik, termasuk peningkatan kemampuan TOEFL dan IELTS.
Kepala Unit Penunjang Akademik, Indrawaty Asfah, S.Pd., M.Ed.TESOL-Int., M.Bus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihak penyelenggara untuk mendampingi peserta dalam program tersebut.
“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Ini merupakan tanggung jawab besar bagi kami untuk memberikan pelayanan dan pendampingan terbaik,” ujar Indrawaty.
Sementara itu, Kepala Subdivisi PKPB LPDP, Pramwidya Mazmur Novia, menyampaikan salam hormat kepada pimpinan UNM dan pihak penyelenggara. Mewakili pimpinan LPDP, ia menyambut hangat para peserta dalam program pengayaan bahasa Batch 2 ini.
Pramwidya menekankan bahwa tujuan program tidak hanya berfokus pada pembelajaran bahasa Inggris sebagai persyaratan akademik. Kemampuan bahasa juga diharapkan dapat membantu peserta beradaptasi ketika kembali ke lingkungan kampus maupun saat memasuki perguruan tinggi baru.
“Misalnya saat nanti lanjut studi, teman-teman akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan UNM, Prof. Dr. Syahruddin, M.Kes menyampaikan apresiasi kepada LPDP atas pelaksanaan program ini.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempersiapkan peserta untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi tujuan, baik di dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, LPDP merupakan salah satu bentuk investasi negara kepada generasi penerus bangsa. Karena itu, peserta diharapkan tidak memandang kemampuan bahasa Inggris hanya sebagai syarat formalitas untuk memasuki perguruan tinggi impian.
“Jangan jadikan bahasa hanya sebagai syarat untuk masuk ke perguruan tinggi impian, tetapi jadikan bahasa sebagai jembatan dunia,” pesannya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk mengelola waktu dengan baik selama mengikuti program, serta tidak ragu menyampaikan kendala yang dihadapi selama berada di lingkungan UNM.
Melalui program yang berlangsung selama enam bulan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga memiliki kesiapan matang untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik di perguruan tinggi tujuan. (*)






