MTQ KORPRI VIII Resmi Dibuka Menag, Pemkot Makassar Beri Pelayanan Maksimal

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 resmi dibuka Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, di Kota Tribun Karebosi, Makassar, Senin (24/8/2026) malam.

Makassar, Radarmakassar.id — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 resmi dibuka Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, di Kota Tribun Karebosi, Makassar, Senin (24/8/2026) malam.

MTQ KORPRI VIII diikuti 117 kafilah yang terdiri atas perwakilan 38 provinsi serta kementerian dan lembaga, dengan jumlah peserta dan official mencapai lebih dari seribu orang.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, MTQ KORPRI tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kecerdasan spiritual dan membentuk karakter aparatur negara.

Menurutnya, kekuatan spiritual dapat memberikan motivasi, keluhuran berpikir, serta mendorong aparatur menjalankan tugas dengan akhlak yang baik.

“MTQ ini pasti sangat bermanfaat untuk pembinaan karier para anggota KORPRI,” ujar Nasaruddin.

Ia menilai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan nilai-nilai agama. Sebab, kecerdasan intelektual tanpa landasan spiritual berpotensi melahirkan perilaku yang merugikan masyarakat.

“MTQ ini akan mengawinkan antara Itek dan Bismirabbik. Itek tanpa Bismirabbik akan lahir monster. Kita tidak boleh melahirkan monster di negeri ini,” katanya.

Nasaruddin juga menyebut Sulawesi Selatan memiliki posisi khusus dalam sejarah MTQ KORPRI. Pasalnya, MTQ KORPRI pertama kali digelar di Makassar pada 2012.

Hal tersebut turut disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional (DPKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh. Ia menyebut pelaksanaan MTQ VIII di Makassar sebagai momentum “pulang kampung”.

“Saya ingin bernostalgia, 2012 MTQ pertama kali yang diselenggarakan oleh KORPRI itu dilakukan di kota ini, di Kota Makassar tahun 2012. Dan hari ini MTQ pulang kampung,” ujar Zudan.

Zudan mengatakan, MTQ KORPRI mengalami perkembangan pesat. Dari 33 kafilah pada pelaksanaan pertama, kini jumlahnya meningkat menjadi 117 kafilah.

“MTQ pertama diikuti oleh 33 kafilah dan hari ini naik empat kali lipat diikuti oleh 117 kafilah,” ungkapnya.

Menurut Zudan, perkembangan tersebut menunjukkan meningkatnya antusiasme ASN dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan birokrasi. Cabang yang diperlombakan pun semakin beragam, mulai dari tilawah dan hafalan Al-Qur’an hingga doa, azan, khotbah, penulisan ilmiah dan puisi Islami.

Pelaksanaan MTQ kali ini dipusatkan di Makassar dan Kabupaten Pangkep. Selain memperkuat nilai keagamaan, kegiatan tersebut dinilai memberikan dampak ekonomi bagi daerah tuan rumah melalui peningkatan aktivitas hotel, pusat perbelanjaan dan sektor usaha lainnya.

“Terima kasih atas kehadirannya menggembirakan hati Pak Wali Kota Makassar dan Pak Bupati Pangkep karena hotel-hotel jadi penuh,” kata Zudan.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyebut kepercayaan kembali kepada Makassar sebagai tuan rumah MTQ KORPRI merupakan bentuk penghargaan sekaligus berkah bagi masyarakat.

“Ini sebuah apresiasi, penghargaan kepada Kota Makassar yang dipercayakan kembali menjadi tuan rumah. Ini merupakan sebuah berkah untuk kita, khususnya warga Kota Makassar,” ujar Munafri.

Ia mengatakan, kehadiran ribuan peserta, qari, qariah, official dan tamu dari berbagai daerah memberikan manfaat tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga bagi perekonomian Kota Makassar.

Karena itu, Pemkot Makassar memastikan kesiapan pelayanan selama pelaksanaan kegiatan, termasuk menjaga kenyamanan para tamu yang datang dari berbagai daerah.

“Kami Pemerintah Kota Makassar selalu harus siap menjadi tuan rumah yang baik, menjaga hospitality kami, memberikan pelayanan yang maksimal kepada tamu yang ada,” tegasnya.

Munafri berharap pelaksanaan MTQ KORPRI VIII semakin memperkuat citra Makassar sebagai kota yang siap menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala lokal, nasional hingga internasional.

Ia juga berharap qari dan qariah asal Sulawesi Selatan yang ikut berlomba mampu memberikan prestasi terbaik dan mengharumkan nama daerah.

“Mudah-mudahan prestasi yang terbaik dari qori dan qariah kita yang ikut bisa memberikan nama baik bagi Korpri, khususnya Korpri Sulawesi Selatan dan Kota Makassar,” pungkasnya.

Di sisi lain, Zudan mengungkapkan MTQ VIII menjadi momentum terakhir bagi dirinya bersama jajaran pengurus KORPRI saat ini setelah 12 tahun menjalankan kepengurusan. Ia berharap regenerasi kepemimpinan nantinya tetap melanjutkan misi membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di kalangan ASN.

Ia menegaskan, MTQ KORPRI bukan semata-mata untuk mencari juara, melainkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan dan kualitas pengabdian aparatur negara. (jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *