Metro  

KDKMP Untia Jadi Pusat Distribusi Pangan, 7,8 Ton Beras Disalurkan

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid didampingi Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko bersama Dandim 1408/Makassar Kolonel Kav. Ino Dwi Setyo Darmawan saat penyaluran Bantuan Pangan Beras di KDKMP Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (28/8).

MAKASSAR, Radarmakassar.id — Pemerintah terus memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi di tingkat kelurahan.

Hal itu diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Pangan Beras di KDKMP Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (28/8).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid mengatakan, keberadaan gerai KDKMP merupakan implementasi salah satu program prioritas Presiden, yakni pembangunan koperasi di 80 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Menurutnya, gerai KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyaluran bantuan pangan, tetapi juga akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Gerai ini nanti akan berfungsi melayani berbagai kebutuhan masyarakat desa. Tidak hanya untuk penerima bantuan, tapi seluruh transaksi perekonomian akan dilakukan melalui gerai ini,” kata Nurdin.

Ia menyebut sejumlah kebutuhan yang nantinya dapat didistribusikan melalui KDKMP antara lain sembako, LPG, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya.

Nurdin menilai keberadaan KDKMP dapat mendorong desa dan kelurahan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan yang dirangkaikan kunjungan kerja, Komisi VI DPR RI ke Sulawesi Selatan, Nurdin mengatakan pihaknya juga memantau progres pembangunan gerai KDKMP serta kesiapan sumber daya manusia yang akan mengelolanya.

Di Kota Makassar, pembangunan KDKMP disebut telah mencapai 35 gerai pada tahap awal, dari rencana keseluruhan 100 gerai.

“Keberadaannya tentu kita harapkan betul-betul menjadi pusat perkulakan, pusat distribusi daripada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko mengatakan penyaluran bantuan pangan beras di Sulawesi Selatan menyasar 948 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Setiap penerima mendapatkan alokasi beras selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus dan September, masing-masing 10 kilogram per bulan atau total 30 kilogram.

“Jumlah yang akan kita bagikan di seluruh Sulawesi Selatan sekitar 28 juta kilogram,” katanya.

Khusus di Kelurahan Untia, Bulog menyalurkan sekitar 7,8 ton atau 7.860 kilogram beras.

Untuk Kota Makassar, penerima manfaat tercatat sebanyak 89.231 orang dengan total alokasi sekitar 2,7 juta kilogram beras.

Penyaluran bantuan untuk tiga bulan tersebut ditargetkan selesai hingga akhir September 2026.

Rahmanto juga memastikan kondisi ketahanan pangan nasional masih aman. Ia menyebut stok beras yang tersedia di gudang Bulog mencapai sekitar 5,1 juta ton.

Selain stok di gudang, Bulog juga memperhitungkan potensi produksi dari standing crop serta kebutuhan sektor hotel, restoran dan katering (Horeka).

Menurutnya, ketersediaan stok tersebut diproyeksikan masih mencukupi hingga masa panen berikutnya pada Maret.

“Insyaallah aman,” ujarnya saat ditanya mengenai kesiapan stok pangan menghadapi kondisi cuaca kering dan potensi El Nino.

Ia menambahkan, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan stok, tetapi juga akses masyarakat terhadap pangan. Karena itu, selain bantuan pangan, Bulog menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan agar ketersediaan serta harga bahan pangan tetap terjangkau masyarakat. (Jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *