Ragam  

Batik KhairunQu Tampil di Pameran JKPI 2026, Angkat Kekayaan Motif Lokal Maluku Utara

RADARMAKASSAR.id – Batik KhairunQu, produk batik berbasis kekayaan alam dan budaya Maluku Utara yang dikembangkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat Universitas Khairun, turut berpartisipasi dalam Pameran Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 yang berlangsung di kawasan bersejarah Benteng Oranje, Kota Ternate, pada 26–29 Agustus 2026.

 Keikutsertaan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan motif lokal Maluku Utara sekaligus memperluas peluang pengembangan produk batik melalui inovasi dan penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

Dalam pameran tersebut, Batik KhairunQu menghadirkan dua produk unggulan, yakni batik tulis dan batik cap. Berbagai koleksi kain dan busana ditampilkan dengan mengangkat motif yang terinspirasi dari kekayaan alam, flora, fauna, serta identitas budaya Maluku Utara.

Kehadiran produk-produk tersebut memperlihatkan bagaimana kekayaan lokal dapat ditransformasikan menjadi karya kreatif yang memiliki nilai estetika sekaligus potensi ekonomi.

Salah satu keunggulan Batik KhairunQu terletak pada pengembangan motif yang mengangkat karakteristik daerah. Motif-motif tersebut terinspirasi dari burung bidadari Halmahera, burung hantu, cengkeh, pala, serta berbagai jenis flora khas Maluku Utara. 

Setiap unsur diolah menjadi desain batik yang mempertahankan identitas lokal sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan dan selera masyarakat terhadap produk fesyen.

Ketua Pengabdi Universitas Khairun, Dr. Nurfatimah Sugrah, M.Pd., menjelaskan bahwa partisipasi Batik KhairunQu dalam Pameran JKPI 2026 merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Maluku Utara melalui pengembangan produk kreatif yang memiliki daya saing.

Menurutnya, Batik KhairunQu tidak sekadar menghadirkan produk kain dan busana, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga dan mengembangkan kekayaan alam serta budaya daerah melalui inovasi yang berkelanjutan.

“Melalui Batik KhairunQu, kami ingin memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Maluku Utara dalam bentuk karya kreatif yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. Motif-motif yang kami kembangkan terinspirasi dari berbagai potensi lokal, seperti burung bidadari Halmahera, cengkeh, pala, dan flora khas daerah. Kami berharap setiap motif tidak hanya menjadi penghias kain, tetapi juga mampu memperkenalkan identitas Maluku Utara kepada masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Nurfatimah Sugrah menegaskan bahwa keikutsertaan dalam pameran tersebut merupakan bagian dari strategi peningkatan skala usaha (scale-up) Batik KhairunQu melalui diversifikasi produk, khususnya pengembangan batik tulis dan batik cap. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat posisi produk batik berbasis motif lokal di tengah perkembangan industri kreatif.

“Pengembangan Batik KhairunQu diarahkan tidak hanya pada pelestarian motif lokal, tetapi juga pada inovasi dan diversifikasi produk agar memiliki peluang pasar yang lebih luas. Melalui pengembangan batik tulis dan batik cap, kami berupaya menghadirkan produk yang tetap mempertahankan kekhasan Maluku Utara, namun mampu mengikuti perkembangan industri fesyen dan kebutuhan konsumen,” tegasnya.

Ia juga berharap Batik KhairunQu dapat terus berkembang menjadi salah satu produk kreatif yang memperkuat identitas Maluku Utara sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kami berharap Batik KhairunQu semakin dikenal, baik di tingkat lokal maupun nasional, bahkan memiliki peluang untuk menembus pasar internasional. Lebih dari itu, pengembangan produk ini diharapkan dapat membuka peluang usaha, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap kekayaan budaya daerah. Kami ingin membuktikan bahwa potensi lokal Maluku Utara dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi tanpa kehilangan identitas budayanya,” harapnya.

Selama pameran berlangsung, koleksi Batik KhairunQu menarik perhatian pengunjung yang mendatangi stan pameran. Pengunjung berkesempatan melihat secara langsung berbagai koleksi batik tulis dan batik cap, mengenal karakteristik setiap motif, serta memperoleh informasi mengenai inspirasi alam dan budaya yang melatarbelakangi pengembangan produk tersebut.

Salah satu pengunjung Pameran JKPI 2026, Andi Tenri Pada Agustang, menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran Batik KhairunQu yang dinilai mampu menghadirkan kekayaan lokal Maluku Utara melalui desain batik yang menarik dan memiliki karakter tersendiri.

“Saya sangat tertarik melihat koleksi Batik KhairunQu karena motif yang ditampilkan memiliki keunikan dan mencerminkan kekayaan alam Maluku Utara. Kehadiran motif burung bidadari Halmahera, cengkeh, pala, dan berbagai flora khas daerah memberikan identitas tersendiri pada produk batik ini. Menurut saya, ini merupakan bentuk kreativitas yang patut terus dikembangkan karena mampu memperkenalkan kekayaan daerah melalui produk fesyen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi Tenri Pada Agustang menegaskan pentingnya dukungan terhadap pengembangan produk kreatif berbasis kearifan lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Produk seperti Batik KhairunQu memiliki potensi untuk terus berkembang karena menawarkan kekhasan motif yang tidak dimiliki daerah lain. Saya berharap inovasi dan kualitas produknya terus ditingkatkan, disertai promosi yang lebih luas, sehingga masyarakat semakin mengenal dan mencintai produk lokal. Batik seperti ini bukan hanya layak digunakan dalam berbagai kesempatan, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Maluku Utara,” tambahnya.

Keikutsertaan Batik KhairunQu dalam Pameran JKPI 2026 di kawasan Benteng Oranje memiliki makna tersendiri. Kawasan bersejarah tersebut menjadi ruang pertemuan antara warisan budaya, inovasi, dan pengembangan ekonomi kreatif. Melalui kegiatan ini, kekayaan alam dan budaya Maluku Utara tidak hanya diperkenalkan sebagai bagian dari identitas daerah, tetapi juga dihadirkan dalam bentuk produk yang memiliki nilai tambah.

Pameran tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperluas jejaring, memperkenalkan diversifikasi produk, serta membuka peluang pengembangan dan pemasaran Batik KhairunQu. Dengan menggabungkan kreativitas, inovasi, dan kekayaan motif lokal, Batik KhairunQu diharapkan mampu berkontribusi terhadap pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

Partisipasi ini juga memperlihatkan peran Universitas Khairun melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan inovasi untuk menghasilkan produk kreatif yang memiliki manfaat sosial, budaya, dan ekonomi.

Batik KhairunQu membawa kekayaan lokal Maluku Utara dari motif menjadi karya, dari warisan menjadi inovasi. Melalui pengembangan yang berkelanjutan, Batik KhairunQu diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan identitas Maluku Utara sekaligus memperkuat daya saing produk kreatif daerah di pasar yang semakin luas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *