LPPM Unkhair Gelar Sosialisasi dan Pendampingan Penggunaan BIMA bagi Dosen Peneliti FKIP

RADARMAKASSAR.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Penggunaan BIMA Universitas Khairun bagi dosen peneliti di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair, Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Mini Kampus FKIP Unkhair tersebut menjadi bagian dari upaya LPPM Unkhair untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dosen dalam memanfaatkan sistem BIMA, sekaligus mendorong percepatan migrasi data dan aktivitas penelitian ke dalam sistem yang telah dikembangkan Universitas Khairun.

Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan FKIP Unkhair, Dr. Soleman Saidi, M.Si., dan dihadiri Kepala LPPM Unkhair Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd., Kasubag Umum LPPM M. As’ad Jamil, S.E., para pimpinan fakultas, pimpinan jurusan, pimpinan program studi, serta para dosen peneliti di lingkungan FKIP Unkhair.

Dr. Soleman Saidi, M.Si menyampaikan apresiasi kepada LPPM Unkhair yang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan tersebut. 

Menurutnya, pemanfaatan sistem informasi dalam pengelolaan penelitian merupakan bagian penting dalam mendukung tata kelola akademik yang semakin efektif, transparan, dan terintegrasi.

“Perkembangan sistem informasi menuntut kita untuk terus beradaptasi. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting agar para dosen, khususnya peneliti di lingkungan FKIP, memiliki pemahaman yang sama dalam menggunakan BIMA,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Soleman Saidi, M.Si mengatakan bahwa keberadaan sistem BIMA diharapkan dapat memudahkan dosen dalam mengelola berbagai aktivitas penelitian, mulai dari pengusulan, pelaksanaan, hingga pelaporan kegiatan penelitian.

Ia juga mendorong para pimpinan jurusan dan program studi untuk ikut memastikan bahwa seluruh dosen peneliti di lingkungan FKIP dapat mengikuti proses migrasi dan memanfaatkan sistem tersebut secara optimal.

“Jangan sampai ada dosen yang tertinggal hanya karena belum memahami sistemnya. Oleh karena itu, pendampingan ini harus dimanfaatkan dengan baik, sehingga seluruh proses penelitian dapat terdokumentasi dan terkelola secara lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala LPPM Unkhair, Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pengembangan dan pemanfaatan BIMA merupakan bagian dari upaya LPPM dalam memperkuat tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Universitas Khairun.

Menurutnya, sistem yang terintegrasi akan memberikan kemudahan dalam pengelolaan data penelitian sekaligus membantu LPPM memperoleh basis data yang lebih akurat sebagai bahan perencanaan, monitoring, evaluasi, dan pengambilan kebijakan.

“BIMA ini kita dorong agar dapat menjadi bagian dari ekosistem penelitian di Universitas Khairun. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa para dosen peneliti memahami cara penggunaannya dan dapat memanfaatkan sistem ini dengan baik,” kata Prof. Sundari.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh dosen peneliti di lingkungan FKIP dapat mengikuti proses sosialisasi dan pendampingan dengan serius, terutama bagi dosen yang belum melakukan migrasi ke sistem BIMA.

“Kami berharap setelah kegiatan ini seluruh dosen peneliti dapat melakukan migrasi dan menggunakan BIMA secara aktif. Jika masih terdapat kendala dalam prosesnya, LPPM siap memberikan pendampingan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Umum LPPM Unkhair, M. As’ad Jamil, S.E., yang juga bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pengembangan BIMA Unkhair merupakan bagian dari proyek kepemimpinan yang dikerjakannya ketika mengikuti PKP IV.

“Inovasi Pengembangan BIMA Unkhair merupakan project kepemimpinan saya pada saat melakukan PKP IV atau yang biasa disebut Diklatpim. Sistem ini kemudian terus kita kembangkan agar dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan penelitian di Universitas Khairun,” jelasnya.

Ia mengatakan, pengembangan BIMA diarahkan untuk menjawab kebutuhan Universitas Khairun dalam membangun sistem pengelolaan penelitian yang lebih terintegrasi. Dengan sistem tersebut, berbagai data dan aktivitas penelitian dosen dapat terdokumentasi secara lebih sistematis.

M. As’ad juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat dosen peneliti yang belum melakukan migrasi dari sistem sebelumnya ke sistem BIMA yang baru.

“Masih banyak dosen peneliti yang belum melakukan migrasi ke sistem baru. Karena itu, sosialisasi dan pendampingan ini menjadi penting agar para dosen dapat memahami tahapan migrasi sekaligus mengetahui fitur-fitur yang tersedia di dalam BIMA,” katanya.

Ia berharap para dosen peneliti tidak hanya melakukan migrasi data, tetapi juga mulai membiasakan diri menggunakan BIMA dalam mendukung aktivitas penelitian.

“Kami berharap seluruh dosen peneliti dapat segera melakukan migrasi dan aktif menggunakan BIMA. Sistem ini akan terus kita evaluasi dan kembangkan sesuai dengan kebutuhan Universitas Khairun dan para peneliti,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi sosialisasi, demonstrasi penggunaan sistem, serta pendampingan langsung kepada para dosen peneliti. Melalui kegiatan tersebut, LPPM Unkhair berharap proses migrasi menuju sistem BIMA dapat berjalan secara optimal dan seluruh aktivitas penelitian di lingkungan FKIP dapat terdata secara lebih terintegrasi, akurat, dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *