Unibos Wisuda 1.015 Mahasiswa PPG Tahap Dua, Rektor: Bangun Bangsa dan Negara

Rektor Universitas Bosowa (Unibos), Prof Batara Surya saat wisuda mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru tertentu periode Desember 2025 di Gedung Balai Sidang 45, Jalan Urip Sumahrdjo, Makassar, pada Senin (22/12).

Makassar, Radarmakassar.id – Universitas Bosowa (Unibos) kembali wisuda mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru tertentu periode Desember 2025 di Gedung Balai Sidang 45, Jalan Urip Sumahrdjo, Makassar, pada Senin (22/12). Ini merupakan wisuda PPG tahap kedua setelah pada tahap pertama sukses menamatkan seribu lebih di Bulan Oktober lalu.  

Pada periode Desember ini sebanyak 1.015 mahasiswa PPG dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra yang mengikuti wisuda baik secara ofline dan online. Terdiri dari 719 mahasiswa Bidang Studi Pendidikan Sekolah Dasar, 178 mahasiswa Bidang Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan 118 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris.

Pada momentum tersebut Rektor Unibos, Prof.Dr.Ir. Batara Surya ST, M.Si menyampaikan rasa bangga karena mengetahui ada alumni PPG dari Unibos yang diasesmen untuk  menduduki posisi calon kepala sekolah untuk Kota Makassar. 

“Saya senang karena ternyata alumni dari Unibos ketika saya tanya mmapu menjawab dengan meyakinkan,” ujarnya.

Artinya kata Prof. Batara, ketika proses pendidikan termasuk menciptakan guru terlaksana dengan baik maka akan nenghasilkan guru guru yang profesional.

“Hari ini anda semua di wisuda artinya anda memposisikan diri bahwa gerak langkah anda kedepan harus profesional,” katanya.

Ia juga mengingatkan kepada wisudawan bahwa profesi guru  adalah profesi yang mulia. Keberhasilan guru nelahirkan pemimpin bangsa adalah wujud nyata dalam berkontribusi ke arah kemajuan bangsa dan negara kedepan.

“Bangsa dan negara akan maju salah satu pendorong dan pendobraknya adalah guru guru yang ada di Indonesia termasuk anda yang di wisuda hari ini,” ujar Rektor.

Prof. Batara menekankan, mendapatkan tunjangan dari sertifikasi bukan dari target. Target yang sebenarnya adalah bagaimana bangsa ini jauh lebih baik kedepan. 

“Apapun itu, saya menyampaikan bahwa anda garis terdepan untuk membangun bangsa dan negara ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Prof Batara mengatakan bahwa peran dan fungsi seorang guru sangat kompleks karena guru tidak hanya mendidik, mengajar, melatih, mengarahkan menilai dan mengevaluasi peserta didik. Lebih jauh guru sebenarnya pembentuk karakter dasar yang dimiliki oleh seseoarang setelah dari lingkungan keluarganya serta diharapkan menjadi motifator, fasilitator dan administrator kelas yang profesional. 

“Profesi guru adalah profesi yang memiliki tugas utama membentuk SDM yang unnggul sehingga dituntut untuk memiliki kompetensi yang tinnggi, sertifikasi dan profesionalisme sesuai Undang undang yang ditetapkan pemerintah. Orientasinya untuk membangun bangsa dan negara,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Lukman yang diwakili Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Madya, Dr. Ichsan Kasnul Faraby, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa wisuda bukan akhir sebuah program tetapi juga awal babak baru yang penuh harapan. Proses yang telah dihadapi di kampus telah melatih ketahanan, keahlian dan kepemimpinan para wisudawan sebagai calon guru dan guru. 

“Unibos telah menjadi tempat membangun fondasi pengetahuan calon guru dan saya bangga universitas ini terus melahirkan lulusan PPG yang berkualitas sesuai dengan standar nasional Kemendiktisaintek,” katanya 

Menurutnya, lulusan PPG yang telah mendapatkan ijazah profesi guru dan akan segera memiliki izin mengajar memiliki tanggung jawab besar, bukan hanya penayampai ilmu tapi juga mendidik siswa menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggungjawab dan memiliki nilai nilai luruh budaya Sulsel dan bangsa. 

“Menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah masing masing terutama di Sulsel, Sulbar dan Sulteng yang menjadi tanggung jawab LLDIKTI Sultanbatara. Jadilah guru yang terpercaya, selalu menjadi panutan bagi siswa dan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua TIm PPG Guru Tertentu Direktorat Profesi Guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Neneng Heryati menyampaikan apresiasi kepada Unibos  yang telah memberikan faislitas terbaik dalam pelaksanaan PPG ini, menjadi mitra di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kemendiktisaintek. 

Ia menyampaikan bahwa sejak tahun 2024 sekitar 1,5 juta guru dari 3 juta guru belum memiliki sertifikat pendidik. Hal ini kata dia akan siselesaikan secara bertahap.

“Tahun ini kita coba menuntaskan sebagian besar yang belum bersertifikat pendidik. Mulai dari tahun 2024, Dirjen Guru menyelesaikan sekitar 600 guru dalam jabatan atau guru tertentu mengikuti PPG. Kemudian di 2025 juga telah dilaksanakan PPG bagi 807.000 guru yang sebagian besar  sudah mengikuti Ujian dan lulus di tahun ini.

“Yang saat ini belum lulus jangan berkecil hati nanti bisa mengikuti ujian lagi pada waktu yang ditentukan,” katanya.

Ia juga menyebut kedepan depan rekrutmen guru baik dilakukan sekolah negeri dan swasta harus memenuhi kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik.

“Ini tekad kita mewujudkan hal itu sehingga tidak ada lagi PPG dalam jabatan karena sudah selesai di awal melalui PPG calon guru. Bagi yang sudah lulus PPG ketika pulang ke sekolah mudah mudahan menjadi pribadi yabg lebih baik lagi,” harapnya. (jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *