RADAR MAKASSAR.ID– Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi menghadiri kegiatan Launching atau peresmian reff yang merupakan produk sirup lokal yang dikembangkan oleh pelaku usaha industri kreatif berbasis kopi dan UMKM yang ownernya Reza Pahlawan dan dokter Fadli Ananda.
Dalam sambutannya, Andi Rachmatika Dewi atau yang biasa disapa Cicu menyampaikan kebanggaan atas hadirnya industri lokal yang menggunakan bahan baku dari Sulawesi Selatan dan dikelola oleh putra daerah.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya mendukung perkembangan industri coffee shop, tetapi juga membuka peluang bagi sektor kuliner dan UMKM.
Ia mengapresiasi kolaborasi antara pelaku usaha yang dinilai mampu menghadirkan gagasan kreatif di luar konsep bisnis coffee shop pada umumnya.
“Awalnya saya berpikir ini hanya acara coffee shop biasa, tetapi ternyata ini adalah pengembangan industri lokal yang menggunakan bahan baku dari Sulawesi Selatan dan dikelola oleh orang Sulawesi Selatan sendiri,” ujarnya.
Andi Rachmatika Dewi menilai semangat merantau yang dimiliki masyarakat Sulawesi Selatan menjadi salah satu kekuatan dalam membangun daerah.
Menurutnya, pengalaman dan ilmu yang diperoleh di luar daerah dapat dibawa pulang untuk menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan.
Ia menyebut inovasi produk berbasis sirup ini sebagai peluang bisnis baru yang memiliki potensi besar berkembang, terutama karena dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor, mulai dari coffee shop hingga usaha kuliner rumah tangga.
Momentum peluncuran produk yang bertepatan dengan peringatan Hari Buruh juga dinilai memiliki makna tersendiri karena berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Selain itu, Ketua DPRD Sulsel berharap produk lokal tersebut tidak hanya berkembang di pasar Sulawesi Selatan, tetapi juga mampu menembus pasar nasional.
“Kesempatan selalu ada bagi anak muda yang memiliki semangat, kreativitas, dan keberanian untuk berwirausaha,” ungkapnya.
Ditempat yang sama Fadli Ananda menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan agar mampu berkembang dan naik kelas.
“Saya sangat mengapresiasi sosok yang dinilai tidak hanya sebagai pelaku UMKM, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung regulasi dan pengembangan sektor UMKM di Sulawesi Selatan yaitu ibu ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan ibu Andi Rachmatika Dewi ,” tuturnya.
Menurutnya, kehadiran tokoh yang memahami dunia UMKM sangat penting karena mampu menjadi jembatan antara pelaku usaha dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Fadli juga menceritakan awal kolaborasinya dengan salah satu mitra (Reza Pahlawan) yang merupakan pengusaha yang menjalankan bisnis di Jakarta. Kolaborasi tersebut kemudian melahirkan brand usaha kopi lokal “R57” yang kini berkembang di beberapa daerah, termasuk Makassar dan Parepare.
“Ketika dia mengajak saya berkolaborasi, saya langsung menyambut baik karena tujuannya jelas, yakni membantu UMKM lokal agar berkembang,” ujarnya.
Dari kolaborasi tersebut, lahir pula inovasi produk turunan kopi berbasis bahan lokal Sulawesi Selatan. Tidak hanya menjual biji kopi, mereka mulai mengembangkan produk sirup dan ekstrak kopi sebagai nilai tambah hasil produksi petani dan pelaku usaha lokal.
Fadli menyebutkan, produk tersebut kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari wilayah timur hingga barat. Distribusi produk sudah menjangkau Manokwari, Batam, Surabaya, Palopo, hingga sejumlah wilayah lain di Sulawesi.
Ia berharap keberadaan tempat produksi sekaligus pusat promosi dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung proses pembuatan produk UMKM lokal.
“Harapannya, masyarakat bisa melihat langsung kualitas produk yang dibuat di sini, sehingga UMKM Sulawesi Selatan semakin dikenal dan berkembang,” harapnya.
Sementara Owner Reff Reza Pahlawan menyampaikan apresiasinya kepada para tamu dan pelaku usaha yang hadir dalam kegiatan pengembangan industri kreatif dan UMKM berbasis kopi di Makassar.
Dalam sambutannya, Reza membagikan kisah awal dirinya merintis produk sirup lokal yang berangkat dari rencana pribadi sejak tiga tahun lalu. Ia mengaku memiliki latar belakang di industri branding dan melihat peluang besar dalam perkembangan bisnis coffee shop.
Menurutnya, ide membuat sirup muncul karena pertumbuhan coffee shop yang semakin pesat, sementara inovasi produk pendukung masih perlu dikembangkan.
“Awalnya saya punya rencana membuat sirup sejak beberapa tahun lalu. Ketika bertemu rekan kolaborasi, ide itu akhirnya bisa direalisasikan,” ujarnya.
Reza menjelaskan, kolaborasi tersebut mulai berjalan sekitar lima bulan terakhir dengan perkembangan yang dinilai perlahan namun menunjukkan hasil positif.
Ia menilai industri coffee shop memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama jika didukung oleh kreativitas para barista. Menurutnya, barista memiliki peran penting dalam menciptakan inovasi menu agar bisnis kopi tidak hanya terpaku pada racikan dasar.
“Yang bisa mengembangkan industri coffee shop adalah kreativitas barista. Mereka yang menciptakan berbagai variasi menu sehingga coffee shop tidak monoton,” katanya.
Reza juga menegaskan bahwa bisnis yang dibangun tidak hanya menjual produk, tetapi juga menawarkan konsep dan ide kreatif yang dapat mendukung pertumbuhan usaha kopi lokal.
Sebagai putra daerah Sulawesi Selatan, ia berharap industri kreatif berbasis kopi di Makassar dapat berkembang lebih besar dan menjadi salah satu sektor unggulan ekonomi lokal.
“Kami ingin industri ini terus tumbuh, bukan hanya menjual produk, tapi juga konsep dan kreativitas,” tutupnya.(*)






