Universitas Bosowa Bidik Kontribusi Global

Rektor Unibos Prof Batara Surya saat meberikan sambutan pada Malam Puncak Hut Dies Natalis ke 40 Unibos, Sabtu (10/10).

Makassar, Radarmakassar.id – Rektor Universitas Bosowa (Unibos), Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., menargetkan Unibos menjadi salah satu universitas terbaik di Indonesia Timur dan memberikan kiprahnya baik secara nasional maupun pada dunia internasional.

Diusia ke-40 tahun, Unibos didorong memperkuat kolaborasi, inovasi, serta kualitas pelayanan untuk meningkatkan reputasi di tingkat nasional hingga internasional.

Prof. Batara menegaskan, usia 40 tahun merupakan fase kematangan bagi sebuah institusi. Namun, capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh sivitas akademika cepat berpuas diri karena persaingan antarperguruan tinggi terus berkembang.

Hal itu disampaikan dalam momentum Dies Natalis ke-40 Unibos Tahun 2026. Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi harus diukur melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Kalau Tridharma itu menunjukkan sesuatu yang signifikan, berarti suatu perguruan tinggi itu memiliki kemajuan yang luar biasa,” ujarnya pada malam puncak Dies Natalis Unibos di pelataran Kampus, Jalan Urip Sumohardjo, Sabtu (10/10).

Ia mengingatkan, berbagai prestasi yang telah diraih Unibos merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen kampus. Karena itu, pengembangan universitas tidak dapat bertumpu pada satu pihak, melainkan membutuhkan kerja tim dan pendekatan sistematis.

“Kalau terlalu cepat kita bangga terhadap satu prestasi, biasanya akan menuju satu kemunduran. Prestasi bisa kita raih tidak lain karena kita kerja keras, belajar bekerja sebagai satu tim,” tegasnya.

Batara juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, perguruan tinggi swasta tidak bisa berjalan sendiri jika ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas dampak perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah dan nasional.

Ia menilai, keberhasilan kampus juga ditentukan oleh kualitas pelayanan kepada mahasiswa. Pelayanan yang baik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan mahasiswa terhadap institusi pendidikan.

“Ketika mahasiswa yang masuk di kampus ini kita mampu memberikan pelayanan yang terbaik, inilah yang menjadi peluncur bagaimana kita berkolaborasi, bagaimana kita menciptakan suatu inovasi, kreativitas, dan pada akhirnya bisa memberikan kontribusi kepada bangsa,” jelasnya.

Di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat, Batara mengaku optimistis Unibos mampu meningkatkan posisi dan reputasinya dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

“Bukan tidak mungkin Universitas Bosowa akan menjadi universitas terbaik di Indonesia Timur dan mampu memberikan kiprahnya baik secara nasional maupun pada dunia internasional,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan dan pengembangan Unibos. Batara mengajak seluruh sivitas akademika, termasuk tenaga kependidikan, untuk memperkuat kebersamaan demi mewujudkan cita-cita universitas.

Target Kontribusi Global pada 2027–2031

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan Aksa Mahmud, Asrul Hidayat, menyebut usia 40 tahun menjadi momentum bagi Unibos untuk memperkuat stabilitas organisasi, inovasi, dan daya saing di dunia pendidikan.

Ia mengungkapkan, pengembangan Unibos telah diarahkan untuk memperluas kiprah di tingkat nasional. Memasuki periode 2027–2031, kampus tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih luas di tingkat global.

“Kita berharap Universitas Bosowa ini bisa memberikan kontribusi secara global. Harapannya tentu kita bisa sama-sama mewujudkan hal ini sehingga apa yang kita citakan bersama bisa kita penuhi dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Asrul juga mengingatkan pentingnya penerapan nilai-nilai Ewako yang menjadi landasan budaya kerja di lingkungan Bosowa Corporindo. Nilai tersebut mencakup excellence, walk the talk, dan adaptive.

Menurutnya, seluruh sivitas akademika harus mampu memberikan kontribusi maksimal, menyelaraskan tindakan dengan visi dan misi universitas, serta beradaptasi terhadap perubahan yang berlangsung cepat.

Ia menilai, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci agar Unibos tetap relevan dan mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-40 Unibos, Ansurlawarlin, S.Pd., M.Pd., mengatakan peringatan tahun ini mengusung semangat berkarya dan memberikan dampak bagi Indonesia.

Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026 dengan melibatkan sivitas akademika, alumni, serta peserta dari luar kampus.

Ia melaporkan, panitia telah melaksanakan 11 rangkaian kegiatan untuk memeriahkan peringatan empat dekade Unibos.

“Setelah malam puncak Dies Natalis, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan konferensi internasional yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Desember 2026,” jelasnya. (Jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *