Bone, Radarmakassar.id – Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman berjanji akan menghadirkan program penanganan masalah sosial bagi masyarakat Kecamatan Bontocani.
Ini disampaikan Andi Asman kala berkunjung ke Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani pada Selasa, 20 Januari, dalam rangka Tanam Padi Perdana dan Panen Madu memasuki Musim Tanam I (MT.I) 2026.
Banyak yang disoroti Andi Asman di wilayah paling ujung Bone Selatan itu, salah satunya terkait penanganan warga yang kurang mampu (miskin). Ia meninta agar semua kepala desa di Bontocani segera mendata warganya lalu dilaporkan ke Dinas Sosial untuk di tindaklanjuti dengan program penanganan masalah sosial.
“Saya minta kepada kepala desa menyampaikan keluarganya yang kategori keluarga kuran mampu, didata dengan baik, di desa ini harus kita tahu dan nanti kita programkan penanganan masalah sosial,” ujar Andi Asman.
Program itu nantinya juga akan mencakup penanganan di bidan kesehatan dan pendidikan. Untuk itu, ia meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk melakukan peninjauan dan memantau program tersebut.
“Penanganan masalah sosial, kemiskinan ekstrem, stunting, gizi buruk dan lain lainnya. Saya minta ibu sekda dipantau itu kegiatannya kita mau melihat termasuk pendidikannya, kesehatannya, kemampuan ekonominya kemudian fasilitas yang dimiliki apa, kemudian bagi petani apakah kategori petani penggarap atau pemilik,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Bupati Bone juga meminta Kepala Dinas Ketenagakerjaan setempat untuk mengakomodir masyarakat kategori keluarga mampu untuk bisa difasilitasi mendapat pekerjaan.
“Hadir di sini Kepala Dinas Ketenagakerjaan, saya minta kadis data keluarga di Bontocani ini yang kategori keluarga mampu untuk bisa di pekerjakan termasuk di MBG (makan bergizi gratis), nanti mungkin bisa di pabrik gula, di pelabuhan tonra atau di bandara bisa seperti itu. Makanya saya minta petta desa siapkan sasaran,” jelasnya.
Di samping penanganan masalah sosial, Bupati Bone juga konsen pada bidang pertanian. Ia mendorong agar petani di Bontocani memprogramkan pemakaian pupuk organik dan tidak lagi menggunakan pupuk kimia sebagai pupuk utama. Tujuannya agar komoditi pangan yang dihasilkan lebih sehat dan lebih aman untuk dikomsumsi.
“Saya mencoba tanaman padi di sini tidak menggunakan pupuk kimia tapi menggunakan pupuk organik sehingga nanti beras organik ini di komsumsi seluruh pegawai di kabupaten bone, bisa?” imbuh Andi Asman.
Jika petani menerapkan penggunaan pupuk organik, Bupati Bone dengan tegas menyampaikan akan membeli semua beras petani dan mengistruksikan semua pegawai mengkomsumsi beras organik tersebut.
‘”Biar bisa bertahan hidup lama,” imbuhnya.
Diketahui, kegiatan tanam padi perdana musim tanam I tahun 2026 berlangsung di Lahan Poktan Polewali, Dusun Pattuku, Desa Pattuku. Turut hadir Camat Bontocani, Lurah, Kepala Desa se Kecamatan Bontocani, jajaran Polsek hingga Danramil setempat. (jr)






