Metro  

Cantik dan Tangguh, Ais Mahasiswi Pelamonia Akui Pelatihan BPBD Tingkatkan Kesiapan Hadapi Bencana

Mahasiswi Pendidikan Profesi Kebidanan Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Pelamonia Makassar, Ais

MAKASSAR, Radarmakassar.id – Mahasiswi Pendidikan Profesi Kebidanan Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Pelamonia Makassar, Ais, mengaku memperoleh pengalaman baru sekaligus bekal penting dalam menghadapi situasi darurat saat mengikuti pelatihan kebencanaan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, pada Rabu (16/7).

Mahasiswi semester tiga itu mengatakan pelatihan yang diikuti berlangsung seru karena dilakukan secara bersama-sama, sekaligus menambah wawasan mengenai keselamatan dan penanganan bencana.

“Suasananya sangat seru karena kami melakukannya bersama-sama. Kami juga mendapatkan banyak pengalaman baru sehingga pengetahuan kami tentang keselamatan menjadi lebih luas,” ujar Ais usai mengikuti pelatihan hari pertama.

Menurutnya, materi dasar penyelamatan yang diberikan pada hari pertama telah membekali peserta dengan pengetahuan praktis dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

“Meskipun ini baru hari pertama, dasar-dasar penyelamatannya sudah sangat baik. Kami diajarkan bagaimana cara penanggulangan bencana alam secara langsung, sehingga kami menjadi lebih tahu dan siap untuk menolong korban bencana,” katanya.

Ais menjelaskan, peserta mendapat materi mengenai penanganan korban dalam kondisi kritis, teknik evakuasi, hingga dasar-dasar penanggulangan bencana lainnya. Pada hari kedua, mereka dijadwalkan mengikuti simulasi penyelamatan di wilayah perairan atau water rescue.

Ia menambahkan, pelatihan kebencanaan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah wajib di kampus dengan bobot 2 hingga 4 SKS. Selama sepekan, mahasiswa mengikuti pembelajaran teori secara daring dan praktik lapangan bersama BPBD.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama BPBD dengan 23 perguruan tinggi di Makassar yang telah ditandatangani melalui nota kesepahaman (MoU).

Menurut Fadli, mahasiswa dibekali berbagai kemampuan dasar kebencanaan, mulai dari vertical rescue, water rescue, medical rescue, manajemen bencana, hingga pertolongan pertama agar siap diterjunkan saat terjadi bencana.

“Hari ini ada sekitar 500 mahasiswa Jurusan Kebidanan Pelamonia yang mengikuti pelatihan. Seluruh 23 kampus sudah memiliki jadwal masing-masing. Target kami, sedikitnya ada 23 ribu mahasiswa yang memiliki kemampuan dasar kebencanaan sehingga menjadi sumber daya siap pakai ketika terjadi bencana,” ujarnya.

Fadli menegaskan, program kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan salah satu inovasi BPBD Kota Makassar untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan menjadi relawan terlatih yang mampu membantu pemerintah dalam penanganan bencana sekaligus mendukung terwujudnya Makassar sebagai kota yang tangguh terhadap bencana. (Jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *