Asesmen Kepsek SD-SMP, Munafri Benahi Infrastruktur dan SDM Guru 

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Kadis Pendidikan Achi Soleman dalam Rapat Koordinasi dan Asesmen Kepala Sekolah SD dan SMP serta Penandatanganan MoU Bank Sampah Kota Makassar yang digelar di Claro Hotel Makassar, Senin-Selasa (21-22/9/2026).

Makassar, Radarmakassar.id — Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pendidikan melalui pembenahan infrastruktur sekolah sekaligus peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) guru dan kepala sekolah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam Rapat Koordinasi dan Asesmen Kepala Sekolah SD dan SMP serta Penandatanganan MoU Bank Sampah Kota Makassar yang digelar di Claro Hotel Makassar, Senin-Selasa (21-22/9/2026).

Munafri mengatakan sekolah merupakan infrastruktur pendidikan yang memiliki peran vital dalam membentuk generasi masa depan. Karena itu, perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pada kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.

Sekolah ini menjadi tempat yang sangat vital. Dari sekolah inilah, infrastruktur pendidikan inilah yang harusnya menghasilkan generasi yang baik ke depannya,” kata Munafri.

Menurutnya, pembenahan infrastruktur sekolah akan dilakukan secara menyeluruh dengan terlebih dahulu memetakan kondisi masing-masing sekolah. Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan pembangunan maupun perbaikan dapat ditangani berdasarkan kondisi dan urgensinya.

“Nah, itulah yang kita perbaiki. Infrastruktur akan kita maksimalkan untuk semua, memetakan kondisi yang ada,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Munafri menekankan pentingnya memastikan ketersediaan tenaga pendidik yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Termasuk guru agama bagi peserta didik dari kelompok minoritas agar setiap siswa memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Kita juga memastikan penyediaan guru-guru, termasuk guru agama untuk saudara-saudara kita yang minoritas itu juga harus ada ketersediaannya di sekolah,” jelasnya.

Penguatan SDM pendidikan ini dilakukan melalui asesmen kepala sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman menjelaskan, asesmen tersebut tidak sekadar menilai kompetensi kepala sekolah, tetapi menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program pendidikan di masing-masing sekolah.

Menurut Achi, kepala sekolah memiliki tugas penting dalam melakukan supervisi terhadap guru dan mengevaluasi capaian sekolah, termasuk melalui rapor pendidikan.

Jika capaian literasi maupun numerasi masih rendah, kepala sekolah dituntut mampu mendorong lahirnya inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendongkrak capaian rapor pendidikan.

“Kalau masih kurang literasinya atau numerasinya, mereka harus bisa melakukan inovasi-inovasi yang bisa menaikkan angka literasi dan numerasi agar bisa mendongkrak rapor pendidikan,” ujar Achi.

Ia menambahkan, asesmen juga diarahkan agar kepala sekolah memiliki kemampuan melakukan mentoring dan coaching kepada guru. Dengan demikian, peningkatan kualitas pendidikan tidak berhenti pada evaluasi kepala sekolah, tetapi berlanjut pada pengembangan kompetensi guru di tingkat sekolah.

Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah SD se-Kota Makassar serta kepala sekolah SMP negeri dan swasta. Sekitar 500 kepala sekolah hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru, Pemkot Makassar juga mendorong penguatan karakter peserta didik. Munafri menekankan sekolah harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.

Ia juga meminta persoalan kekerasan dan bullying di sekolah mendapat perhatian serius. Menurutnya, guru, kepala sekolah dan orang tua harus bersama-sama melakukan deteksi dini terhadap tanda-tanda kekerasan maupun perundungan sehingga dapat segera diintervensi.

“Bullying ini bukan cuma persoalan hari ini, tapi ini persoalan yang akan sangat panjang ke depannya,” tegas Munafri.

Penguatan SDM guru juga akan didorong melalui pemberian beasiswa serta apresiasi bagi guru yang menghasilkan karya, termasuk menulis buku. Achi mengatakan arahan tersebut akan ditindaklanjuti Dinas Pendidikan melalui skema apresiasi dengan indikator yang akan disiapkan.

“Termasuk di dalamnya adalah beasiswa untuk guru, dan guru diharapkan untuk bisa menulis buku. Ini tentu kita akan tindak lanjuti dalam bentuk apresiasi pada guru yang nanti indikatornya akan kami sampaikan,” kata Achi.

Dalam kegiatan yang sama, Dinas Pendidikan Kota Makassar juga menandatangani MoU dengan bank sampah sebagai bagian dari penguatan program lingkungan di sekolah. Program tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan memilah sampah sekaligus mengenalkan nilai ekonomis sampah kepada peserta didik.

Achi mengatakan ke depan sampah yang dikumpulkan siswa diharapkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat ditukar dengan kebutuhan sekolah seperti buku tulis, perlengkapan belajar maupun seragam.

Bahkan, sejumlah sekolah telah mengembangkan konsep sedekah sampah. Hasil pengelolaan bank sampah digunakan untuk membantu warga sekolah yang mengalami musibah atau membutuhkan dukungan sosial. (Jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *