Metro  

Antisipasi ISPA Akibat Udara Buruk, Pemkot Makassar Bagikan 50 Ribu Masker

Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda bersama Kepala Dinas Pendidikan Achi Soleman, Kepala Dinas Kesehatan Nursaidah Sirajuddin dan sejumlah kepala dinas lainnya membagikan masker kepada siswa di SMP 6 Makassar, Rabu (14/10).

Makassar, Radarmakassar.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan 50 ribu masker untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak buruk kualitas udara yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Pembagian masker mulai dilakukan di SMP Negeri 6 Makassar, Jalan Ahmad Yani, Rabu (14/10). Sebanyak 200 masker dibagikan secara simbolis kepada siswa dalam kegiatan yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Langkah ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara di Makassar dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama jika terpapar polutan dalam waktu lama.

Sekda Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mengatakan pembagian masker merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Makassar untuk segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guna memantau kondisi pencemaran udara.

Menurutnya, buruknya kualitas udara dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya asap kebakaran hutan dan lahan, emisi kendaraan bermotor, serta kebiasaan masyarakat membakar sampah.

“Kualitas udara Kota Makassar saat ini sangat tidak sehat. Karena itu, anak-anak harus menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya saat memberikan edukasi kepada siswa.

Zulkifly menjelaskan, asap kebakaran tidak hanya berasal dari wilayah di luar Sulawesi Selatan, tetapi juga dari sejumlah daerah di Sulsel. Kondisi tersebut diperparah oleh aktivitas kendaraan bermotor dan sumber polusi lainnya di perkotaan.

Ia pun meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk. Khusus lingkungan sekolah, para guru diimbau memperbanyak kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

“Saya berharap aktivitas belajar anak-anak tidak dilakukan di luar kelas. Perbanyak kegiatan di dalam ruangan untuk sementara waktu sambil kita memantau perkembangan kualitas udara,” katanya.

Zulkifly juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan karena dapat memperburuk pencemaran udara. Ia meminta siswa turut menyampaikan imbauan tersebut kepada orang tua dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

ISPA Jadi Perhatian

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, mengungkapkan hasil pengukuran kualitas udara yang dirilis BMKG pada Rabu pagi menunjukkan kategori sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masuk kategori tidak sehat berdasarkan indeks kualitas udara yang digunakan. Karena itu, Pemkot Makassar mengambil langkah kewaspadaan dini untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polutan.

Nursaidah menyebutkan, berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saat ini banyak ditemukan pada kelompok dewasa dan remaja.

Pemilihan SMP Negeri 6 Makassar sebagai lokasi awal pembagian masker juga menjadi bagian dari upaya mengedukasi kelompok usia remaja mengenai pentingnya melindungi diri dari paparan polusi udara.

“Kondisi ini memang sangat urgen karena kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat. Namun, kegiatan ini merupakan bentuk imbauan dan kewaspadaan dini, bukan berarti kita sudah masuk kondisi gawat darurat medis,” jelasnya.

Ia menambahkan, partikel halus PM2,5 menjadi salah satu polutan yang perlu diwaspadai karena dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan berdampak terhadap kesehatan.

Karena itu, masyarakat diminta menghindari paparan udara luar dalam waktu lama, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk.

Terkait ketersediaan masker, Nursaidah memastikan pihaknya telah menyiapkan sekitar 50 ribu masker. Namun, pembagian lebih lanjut masih menunggu arahan pimpinan mengenai sasaran dan mekanisme distribusinya.

“Stok masker sekitar 50 ribu sudah kami siapkan. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa kondisi udara saat ini kurang baik sehingga diperlukan pelindung pernapasan ketika beraktivitas di luar ruangan,” ungkapnya.

Pembelajaran Tatap Muka Tetap Berjalan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk antisipasi untuk melindungi siswa dari dampak buruk kualitas udara.

Untuk sementara, pembelajaran tatap muka di sekolah masih tetap dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan Kementerian Pendidikan. Namun, aktivitas siswa di luar ruangan diminta dikurangi.

Achi menjelaskan, keputusan mengenai kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan mempertimbangkan hasil pengukuran kualitas udara dari BMKG bersama Dinas Lingkungan Hidup.

“Pembelajaran tatap muka masih berjalan karena kami mengacu pada edaran kementerian. Berdasarkan pengukuran kualitas udara dari BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup, nanti akan dilihat apakah sudah perlu dilakukan pembelajaran jarak jauh,” jelasnya.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan akan mengambil langkah antisipasi lebih lanjut apabila kualitas udara terus memburuk.

Pemkot Makassar pun terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kualitas udara dan menentukan langkah perlindungan yang diperlukan bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. (Jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *