Makassar, Radarmakassar.id – Owner brand kopi lokal KOMAR (Koperasi Kopi Masyarakat Indonesia), Wandy menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas polemik yang timbul setelah pernyataannya di platform Threads.
Ia menyadari pernyataan tersebut menimbulkan beragam respons dan dapat dipersepsikan sebagai sikap yang berkaitan dengan Komar Indonesia, mengingat posisinya sebagai figur yang memiliki hubungan dengan Komar.
“Saya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang merasa tersinggung, tidak nyaman, atau merasa aspirasinya tidak dihargai akibat pernyataan saya. Saya memahami bahwa dampak komunikasi tidak hanya ditentukan oleh maksud pribadi, tetapi juga oleh bagaimana pernyataan tersebut diterima oleh publik,” ujar Wandy, Minggu (1/11).
Wandy juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak internal Komar serta para pemangku kepentingan yang terdampak oleh polemik tersebut.
Ia menegaskan bahwa permintaan maaf ini merupakan tanggung jawab personal atas pernyataan yang disampaikannya, bukan bentuk pengalihan tanggung jawab kepada pihak lain.
Dalam kesempatan tersebut, Wandy turut memberikan klarifikasi mengenai kedudukan Komar Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Komar tidak dimiliki secara pribadi oleh dirinya atau oleh satu orang individu, melainkan berada dalam struktur kelembagaan Koperasi Konsumen Kopi Masyarakat Indonesia (nama resmi koperasi), dengan mekanisme kepemilikan dan tata kelola sesuai ketentuan serta dokumen hukum koperasi yang berlaku.
“Saya merasa penting untuk menjelaskan hal ini kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai Komar. Komar bukan usaha milik pribadi saya. Komar berada dalam kelembagaan koperasi, yang memiliki struktur dan tanggung jawab organisasi tersendiri. Namun, penjelasan ini sama sekali tidak mengurangi tanggung jawab saya secara pribadi atas pernyataan yang telah saya sampaikan,” jelasnya.
Wandy menyatakan bahwa ke depan ia akan lebih berhati-hati dalam menggunakan ruang komunikasi publik, terutama ketika pernyataan personalnya berpotensi diasosiasikan dengan organisasi atau pihak lain. Ia juga menyampaikan bahwa Komar perlu terus menjaga hubungan dengan masyarakat, pelanggan, karyawan, anggota koperasi, dan mitra melalui komunikasi yang terbuka serta langkah perbaikan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya berharap masyarakat dapat menerima permintaan maaf ini sebagai bentuk tanggung jawab saya. Saya memahami bahwa kepercayaan tidak dapat diminta begitu saja, tetapi perlu dibangun kembali melalui sikap dan tindakan yang konsisten,” tutup Wandy.






