Metro  

Pangdam XIV Hasanuddin: Sulsel Lampaui Target Koperasi Desa Siap Launching Akhir Juli

Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.

MAKASSAR — Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengungkapkan kesiapan pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Sulawesi Selatan telah melampaui target yang ditetapkan untuk peluncuran nasional 10.000 koperasi pada akhir Juli 2026.

Bangun Nawoko mengatakan, Sulawesi Selatan awalnya ditargetkan menyiapkan 259 koperasi yang siap diluncurkan. Namun hingga saat ini, jumlah koperasi yang memenuhi persyaratan telah mencapai 308, lebih sebanyak 49 unit dari target yang ditentukan.

“Sesungguhnya kita sudah melebihi target. Namun ini hanya menyangkut koperasi yang bangunannya siap, akses jalan masuk siap, listrik, jaringan internet, dan air juga siap. Tinggal menunggu pengiriman peralatan dari Agrinas,” ujarnya disela kegiatan nonton bareng piala dunia bertajuk Bola Gembira di Koperasi Desa Merah Putih Mallengkeri, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas pendukung untuk Kopdes seperti pendingin ruangan masih menunggu distribusi dari Agrinas. Meski demikian, secara fisik koperasi-koperasi tersebut telah siap, termasuk yang berada di wilayah kepulauan.

Lebih lanjut, Pangdam menyebut bahwa untuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara mendapat target pembentukan 1.879 koperasi dari target program lanjutan sebanyak 36.000 koperasi desa. Menurutnya, pencapaian target tersebut masih terus berproses dan diyakini dapat terpenuhi.

“Kita jatahnya 1.879 untuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Sekarang masih on progress dan saya yakin bisa tercapai,” katanya.

Terkait pelatihan pengelola koperasi, Bangun Nawoko menjelaskan bahwa yang mengikuti pelatihan adalah para manajer koperasi saja. Saat ini, sebanyak 569 peserta menjalani pelatihan di Rindam XIV/Hasanuddin Pakatto, sementara sekitar 200 peserta lainnya mengikuti pelatihan di Kodiklat TNI AD.

Ia juga menanggapi anggapan masyarakat yang menyebut pelatihan tersebut bernuansa semi militer. Menurutnya, pelatihan lebih menitikberatkan pada pembinaan bela negara dan peningkatan kapasitas manajerial.

“Awalnya memang banyak yang viral seolah-olah latihan tempur, mereka hanya latihan bela negara saja, sekarang ini mereka pelatihan menjadi manajer koperasi desa. Mereka justru senang dan sangat antusias mengikuti pelatihan,” jelasnya.

Pelatihan bagi manajer Kopdes sendiri dijadwalkan berakhir pada 15 Juli 2026. Setelah itu, para peserta akan kembali ke daerah masing-masing untuk mengelola koperasi desa yang telah dibentuk. (Jr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *