Radarmakassar.id -Universitas Hasanuddin terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan kapasitas akademik dosen muda. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui peluncuran In-House Intensive English Training Program bagi Dosen Muda Universitas Hasanuddin, yang berlangsung di Auditorium UPT Layanan Pusat Bahasa Unhas, Selasa (28/4)
Program ini secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Hasanuddin sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mempercepat peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor sekaligus mendukung pencapaian visi Unhas sebagai World Class University.
Sebanyak 44 dosen muda jenjang magister mengikuti program ini. Para peserta dibebastugaskan sementara dari kewajiban mengajar maupun tugas administrasi agar dapat fokus menjalani pelatihan Bahasa Inggris secara intensif, khususnya persiapan menghadapi ujian International English Language Testing System (IELTS).
Rektor Unhas Prodf. JJ dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguasaan Bahasa Inggris akademik menjadi salah satu syarat utama untuk menembus universitas bereputasi dunia dan memperoleh akses beasiswa internasional, termasuk melalui skema LPDP.
Menurutnya, banyak dosen muda Unhas memiliki kapasitas akademik yang baik, namun masih menghadapi tantangan dalam memenuhi persyaratan skor IELTS yang umumnya berada pada rentang 6.5 hingga 7.0.
“Program ini merupakan bentuk keberpihakan universitas kepada dosen muda agar mereka memiliki kesempatan lebih besar melanjutkan studi doktoral di luar negeri. Kita ingin mereka fokus belajar, meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, dan mampu meraih skor IELTS di atas 6,5,” ujar Rektor.
Pelatihan dirancang secara intensif dan terarah dengan penguatan empat kompetensi utama Bahasa Inggris akademik, yakni listening, reading, writing, dan speaking. Selain itu, peserta juga dibekali strategi menghadapi ujian IELTS secara efektif serta kemampuan komunikasi ilmiah yang dibutuhkan dalam lingkungan akademik global.
Melalui program ini, Unhas menargetkan peningkatan jumlah dosen muda yang berhasil memperoleh skor IELTS sesuai standar universitas internasional. Sertifikat tersebut nantinya dapat digunakan sebagai kelengkapan administrasi untuk mendaftar beasiswa maupun program doktoral di luar negeri.
Kehadiran program ini diharapkan menjadi akselerator lahirnya lebih banyak akademisi muda Unhas yang menempuh studi lanjut di kampus-kampus terbaik dunia. Dalam jangka panjang, langkah tersebut akan memperkuat kapasitas riset, reputasi akademik, dan daya saing global Universitas Hasanuddin. (*)






