Bubarkan Tawuran Geng Motor: Polisi Amankan 7 Pemuda, Motor hingga Samurai

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari pelaku tawuran antarkelompok.

Makassar, Radarmakassar.id— Tawuran antarkelompok yang terjadi di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar pada Sabtu (9/5/2026) dini hari, dibubarkan polisi. Dalam peristiwa itu, polisi mengamankan tujuh pemuda yang diduga terlibat dalam tawuran tersebut.

Selain mengamankan terduga pelaku tawuran, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti bom molotov, tiga ketapel pelontar busur, empat anak panah, senjata tajam (Sajam) berupa badik, parang dan samurai serta 22 unit sepeda motor.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin mengatakan, pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat terkait adanya tawuran antarkelompok yang terjadi di depan Kampus Universitas Bosowa, Jalan Urip Sumohardjo.

“Ada laporan masyarakat bahwa terjadi tawuran yang diduga melibatkan ratusan orang menggunakan sepeda motor,” kata Wahiduddin kepada wartawan di Polrestabes Makassar, Sabtu (9/5).

Usai menerima laporan masyarakat lanjutnya, Tim Trisula dari Polsek Panakkukang dan Polrestabes Makassar langsung menuju lokasi. Dalam perjalanan, personel Resmob Polsek Panakkukang menuju mendapati sejumlah pemuda yang tengah berkumpul di lapangan kanal.

“Begitu melihat anggota, mereka langsung berhamburan dan kabur. Ada yang meninggalkan motornya dan menjatuhkan senjata tajam yang mereka bawa,” jelasnya.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan tujuh pemuda berinisial MF (20), MFR (18), MH (17), FHM (16), MS (16) dan S (14). Saat ini, mereka masih menjalani pemeriksaan di Polsek Panakkukang.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sebagian dari mereka mengaku datang ke lokasi setelah diajak rekannya melalui panggilan telepon maupun pesan untuk melakukan “COD Fight” dan berkumpul bersama kelompok geng motor.

“Salah satunya mengaku sempat mengonsumsi minuman keras bersama kelompok bernama TROBOS sebelum terjadi aksi saling serang,” kata Wahiduddin.

Kasi Humas menegaskan bahwa barang bukti yang diamankan adalah hasil dari penyisiran yang dilakukan petugas di sekitar lokasi tawuran.

“Ada beberapa barang bukti yang kita dapatkan di TKP, namun bukan didapat dari pelaku. Karena kemungkinan barang bukti ini dibuang oleh para pelaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam tawuran tersebut termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian

“Kita masih lakukan pendalaman dan Dalam peristiwa ini tidak ada korban,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *